JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Masalah Warisan Picu Banyak Sengketa Tanah di Klaten

Masalah Warisan Picu Banyak Sengketa Tanah di Klaten

268
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN – Sengketa tanah di wilayah Klaten sebagian besar dipicu oleh masalah pembagian warian. Di Klaten sendiri sampai Agustus 2015 ini, baru terjadi sepuluh sengketa tanah, dengan rincian delapan kasus sengketa tanah dipicu pembagian warisan dan sisanya akibat jual beli dan faktor lainnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten Cahyono menuturkan, jumlah kasus sengketa tanah di Klaten termasuk kecil, karena sudah 90 persen tanah di Klaten memiliki sertifikat yang sah.

“Sengketa tanah di Klaten paling banyak memang karena pembagian warisan saja. Selain itu beberapa penyebab timbulnya sengketa atas tanah tersebut, antara lain masih rendahnya akan kepahaman masyarakat akan hukum pertanahan, lemahnya koordinasi antar instansi yang terkait di bidang pertanahan dan sebagainya,”jelasnya, Jumat (4/9/2015).

Untuk mencegah kasus sengketa tanah, menurut Cahyono, pihaknya sudah mengelar Sosialisasi Pertanahan dengan melibatkan 450 peserta yang terdiri dari unsur Camat, Kepala Desa atau Kalurahan se kabupaten Klaten dan undangan lain.

“Sosialisasi itu, untuk mewujudkan kesadaran hukum dibidang pertanahan, sehingga setiap aparatur penyelenggara negara menyadari serta untuk menghindari timbulnya sengketa berkaitan dengan masalah pertanahan diwilayahnya,”tuturnya.

Terkait sertifikasi tanah, Cahyono menjelaskan, dari luas Klaten mencapai 65.556 hektar sudah 90 persen yang mempunyai sertifikat. Capaian tersebut termasuk sangat tinggi, karena di tingkat nasional jumlah bidang tanah yang sudah bersetifikat baru mencapai kisaran 60 persen.

”Saya kira, Klaten sudah masuk 5 besar tingkat nasional dalam hal pensertifikatan tanah, karena jumlahnya sudah mencapai 90 persen. Tanah yang dimaksud adalah tanah hak milik, seperti pekarangan dan persawahan,” katanya.

Bidang tanah yang dimaksud mempunyai luas yang bervariasi. Ada satu sertifikat yang mencakup luas hingga berhektare-hektare, namun ada bidang tanah yang luasnya hanya beberapa puluh meter persegi saja.

“Sertifikat tanah ini sangat penting dan kami akan terus ikut mendorong pembuatan sertifikat tanah karena akan membuat tanah mempunyai kepastian hukum atas kepemilikan tanah,”tutupnya.

Dani Prima

BAGIKAN