Maskapai Penerbangan Keluhkan Kebijakan Revisi Tarif Batas Bawah

Maskapai Penerbangan Keluhkan Kebijakan Revisi Tarif Batas Bawah

87
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO-Para operator maskapai penerbangan di Kota Solo bereaksi terkait Kebijakan Kementrian Perhubungan, yang merivisi tarif batas atas dan tarif batas bawah. Menurut Sales Representatif Citilink, Raden Cahyo Katon, adanya kebijakan baru tersebut, ditakutkan justru akan mempersulit biaya operasional.

“Dikhawatirkan jika ada penurunan tarif batas bawah yang akan berdampak negatif pada operasional maskapai. Kalau tarif batas atas dinaikan sih tidak ada masalah,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, jika tarif batas bawah diturunkan akan menjadi permasalahan ketika beban maskapai penerbangan semakin berat. Dia menuturkan, dengan kondisi yang demikian tentu akan memukul pihak maskapai yang bersangkutan.

“Kondisi tersebut akan berakibat tarif tiket semakin murah. Namun, kebutuhan operasional maskapai saat ini seperti anggaran membeli bahan bakar, sewa pesawat dan airport tetap sama masih tetap sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Taufik Dwi Setiadi, Station Manager Lion Air Solo, saat dihubungi secara terpisah mengutarakan, ditengah kondisi perekonomian yang sedang lesu, dengan adanya revisi Peraturan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, diharapkan dapat mendongkrak load factor.

“Hingga saat ini, kami belum bisa menghitung terkait biaya operasional apakah nanti akan membebani atau tidak,” tuturnya.

Satria Utama

BAGIKAN