JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mayat Perempuan dengan Leher Nyaris Putus Gemparkan Warga Sragen

Mayat Perempuan dengan Leher Nyaris Putus Gemparkan Warga Sragen

339
BAGIKAN
Ilustrasi: dok.soloblitz
Ilustrasi: dok.soloblitz

SRAGEN– Warga Kelurahan Nglorog, Sragen Kota digegerkan dengan temuan sesosok mayat perempuan korban pembunuhan di jalan tengah persawahan Dukuh Kendal RT 2/7, Nglorog, Sragen, Minggu (13/9) pukul 05.30 WIB. Korban ditemukan bersimbah darah dengan leher menganga bekas sayatan pisau di tepi jalan dekat saluran irigasi yang berjarak sekira 100 meter dari jalan Ring Road Utara Sragen.

Saat ditemukan, kondisi jasad berusia sekitar 40-50 tahun itu sangat mengenaskan. Di sekujur tubuhnya juga ditemukan luka bekas sayatan. Diantaranya di bagian perut, tangan, kepala, bahkan beberapa jari kirinya mengalami luka sobek cukup panjang yang diduga korban sempat melawan.

Tidak jauh dari lokasi, sejumlah barang bukti yang memperkuat pembunuhan juga ditemukan. Diantaranya sebilah pisau dapur berukuran 25 sentimeter yang ditemukan jarak 25 meter dari jasad korban.

Kemudian tas warna hitam merk Herculin juga ditemukan sekitar 30 meter di sawah sekitar lokasi kejadian. Tidak ditemukan identitas apapun di tubuh maupun tas korban.

Di dalam tas hanya ditemukan beberapa alat kosmetik merek tak terkenal seperti bedak dan lipstik. Korban mengenakan baju warna hijau motif garis dan celana panjang ketat (legging) warna kombinasi merah,coklat,hitam.

Jasad perempuan tanpa identitas itu ditemukan pertama kali oleh Suparno (47) penjual mi ayam Dukuh Ngoncol RT 1/7, Nglorog sekitar pukul 05.30 WIB. Saat pulang dari mematikan mesin diesel di sawahnya, ia dikejutkan dengan sesosok perempuan yang telungkup di semak-semak tepi jalan.

“Sawah saya agak di utara. Waktu saya berangkat nggak kelihatan. Pas saya pulang, saya curiga ada darah setelah itu kok ada perempuan tengkurap di pinggir jalan. Akhirnya saya lapor Pak Subak (petugas pengairan),” ujarnya.

Oleh petugas pengairan, Suparman alias Odot (40) subak air Kendal RT 2/7, Nglorog, temuan mayat itu kemudian dilaporkan ke Polsek Sragen. Tak lama berselang, tim Polres dipimpin Kasat Reskrim AKP Windoyo dan Kapolsek AKP Agung Ari Purnowo langsung mengevakuasi dan melakukan olah TKP.

AKP Windoyo menyampaikan dari kondisi luka dan olah TKP, korban memang diduga dibunuh. Namun kini polisi masih mengintensifkan penyelidikan untuk menguak identitas korban dan motif serta pelaku dari pembunuhan itu.

“Tidak ditemukan identitas apapun. Dari TKP hanya kita dapatkan sebilah pisau dapur dan tas. Sementara kita masih menunggu hasil otopsi dari RSUD Dr Moewardi Solo,” ujarnya di sela-sela olah TKP.

Mengenai dugaan korban adalah PSK atau pemandu karaoke, Windoyo mengaku belum bisa memastikan. Begitu pula dengan kemungkinan mengarah korban perampokan, juga masih dalam penyelidikan.

Menurutnya, fokus utama kepolisian adalah menguak identitas korban terlebih dahulu. Setelah itu baru mengurai motif dan mengejar pelakunya.

“Dari caranya, pola pembunuhannya sederhana. Korban sepertinya sempat melawan karena pisau dan tas ditemukan agak jauh dan tangan kirinya kena luka sayatan. Kelihatannya asalnya juga nggak jauh dari lokasi sini. Ainul yaqin, mudah-mudahan segera bisa terungkap,” tegasnya.

Kapolsek Sragen, AKP Agung Ari menambahkan untuk memudahkan pengungkapan identitas, seusai olah TKP, timnya langsung menyebar foto wajah terakhir korban ke pasar Bunder dan Nglangon, tempat publik, kelurahan dan 20 kecamatan serta Polsek.

Pihaknya berharap peran aktif masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri identik, diminta segera melapor ke aparat terdekat.

“Dari visum luar, tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual. Tapi detailnya seperti apa, kita tetap menunggu otopsi,” pungkasnya.

Wardoyo