JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Menag Minta Petugas Haji Pastikan Semua Jemaah Indonesia Ikut Armina

Menag Minta Petugas Haji Pastikan Semua Jemaah Indonesia Ikut Armina

47
Ilustrasi: Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi: Joglosemar/Yuhan Perdana

MEKKAH – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta petugas memastikan pada puncak proses ibadah haji tidak ada jemaah yang tertinggal untuk melaksanakan wukuf di Arafah, berangkat ke Muzdalifah, dan mabit (bermalam) di Mina atau dikenal dengan Armina.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin kepada tim Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Selasa (15/9/2015), mengatakan petugas harus melakukan penyisiran atau sweeping untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal dalam melakukan proses puncak ibadah haji tersebut.

Menag mengingatkan dalam masa Armina, ada tiga sweeping yang harus dilakukan oleh petugas PPIH.

Pertama adalah penyisiran yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah malam. Menag mengingatkan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus benar-benar memastikan tidak ada jamaah haji Indonesia yang masih berada atau tertinggal di pemondokan di Mekkah.

“Kami memang sudah memiliki SOP (prosedur operasi standar) . Tapi saya ingin itu bisa menjadi perhatian semua petugas,” ujarnya.

Penyisiran kedua dilakukan pada 9 Dzulhijjah malam. Pada saat itu, seluruh jamaah harus bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah.

“Pada malam itu, saya minta petugas memastikan bahwa tidak ada satu pun jamaah kita yang masih di Arafah. Semua harus sudah menuju Mina melalui Muzdalifah,” katanya.

“Penyisiran ketiga dilakukan tanggal 12 Dzulhijjah malam di Mina. Jangan sampai ada jamaah yang belum meninggalkan Mina,” ujar Amirul Hajj itu.

Menag juga berpesan agar menjelang puncak haji, para petugas, khususnya di bidang bimbingan manasik dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk melakukan bimbingan manasik kepada jemaah.

Risbiani Fardaniah | Antara

BAGIKAN