Mengenal Pewarna Alam Batik

Mengenal Pewarna Alam Batik

123
Ilustrasi
Ilustrasi: dok.Joglosemar

BALAI Besar Kerajinan dan Batik (BBKP) Yogyakarta mengembangkan beragam pewarna alami untuk batik dengan memanfaatkan beragam kulit kayu, seperti jambal, tingi, mahoni, dan jati.

“Kami juga kembangkan dari limbah cangkang kelapa sawit, kakao, rumput laut bahkan dari gulma,” kata Kepala BBKB Yogyakarta Zulmalizar melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

Hingga kini, lanjut Zulmalizar, tercatat 17 pemda antara lain Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua yang bermitra dengan BBKB dan beberapa perusahaan perkebunan.

Ia menambahkan, Balai juga menggelar pelatihan produksi kepada pelaku usaha batik dan kerajinan sejak 2009 sebanyak 9.785 orang.

Beberapa perguruan tinggi juga dilibatkan seperti UGM, UII dan UNS Surakarta.

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

BBKB Batik merupakan bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Industri Kemenperin, di mana di Yogyakarta juga terdapat Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik.

Selain meneliti dan mengembangkan, kami juga melakukan standardisasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kulit, karet dan plastik.

Sella Panduarsa Gareta | Antara

BAGIKAN