JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mengintip Kereta Api Tanpa Masinis Pertama di Indonesia

Mengintip Kereta Api Tanpa Masinis Pertama di Indonesia

78
BAGIKAN
Ilustrasi: en.wikipedia.org
Ilustrasi: en.wikipedia.org

JAKARTA – Pembangunan prasarana Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan diresmikan Presiden Joko Widodo hari Rabu (9/9/2015) ini.

LRT merupakan kereta yang bergerak tanpa masinis dan sanggup melaju hingga kecepatan 80 km/jam.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, di Jakarta, Selasa (8/9/2015) mengatakan pada tahap awal, LRT akan melayani rute Cibubur-Dukuh atas atau sejauh sekitar 25 km. Rute ini melewati kawasan di dekat kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hermanto menjelaskan, LRT adalah kereta terdiri atas tiga gerbong yang bisa mengangkut hingga sekitar 300 orang. LRT tidak dikemudikan oleh masinis sebagaimana kereta api reguler. Menurut Hermanto, LRT dikendalikan dari pusat kendali atau mirip kereta di lingkungan bandara Changi, Singapura.

LRT melaju di rel baja seperti yang digunakan kereta reguler dan kecepatan maksikmalnya 80 km/jam. Untuk menempuh jarak Cibubur-Dukuh Atas sejauh sekitar 25 km, LRT membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Saat ini, waktu tempuh antara dua titik itu sekitar 2 jam jika menggunakan mobil pribadi dan pada jam sibuk. Sedangkan angkutan massal yang tersedia hanyalah bus.

Hermanto optimistis, pengoperasian LRT bakal mengurangi penggunaan mobil pribadi yang artinya mengurangi kemacetan. Apalagi, headway atau jarak antarkereta antara 2-3 menit.

Hermanto menjelaskan, pada perhitungan awal, harga tiket LRT mencapai Rp37.500. Namun pemerintah menilai tarif tersebut terlalu mahal bagi para komuter atau penglaju yang setiap hari harus pergi pulang antara rumah dan kantor di Jakarta.

Pemerintah kemudian memakai skema subsidi dari APBN sehingga tarif LRT bisa ditekan menjadi Rp10.000 sampai Rp15.000.

Tribunnews