JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mulai 5 Oktober, Jalan Pangeran Wijil Dawung Berlaku Satu Arah

Mulai 5 Oktober, Jalan Pangeran Wijil Dawung Berlaku Satu Arah

106
BAGIKAN
ilustrasi |Joglosemar
ilustrasi |Joglosemar

SOLO– Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu lintas di Jalan Pattimura dan Jalan Pangeran Wijil Dawung, Serengan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta akan memberlakukan jalur satu arah di ruas jalan tersebut. Pemberlakuan jalur satu arah tersebut akan dimulai pada Senin 5 Oktober mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Surakarta, Ari Wibowo mengatakan, Jalan Pattimura dan Jalan Pangeran Wijil ini memiliki lebar jalan tidak sesuai standar yaitu hanya empat sampai lima meter sehingga kalau digunakan untuk simpangan kendaraan sangat krodit.

Idealnya, jalan itu memiliki lebar sekitar tujuh meter. Berdasarkan dari kajian yang dilakukan oleh Dishubkominfo beserta dengan LPMK, pihak Kelurahan Serengan, maka Jalan Pattimura dan Pangeran Wiji ini layak untuk diberlakukan satu arah.

“Sejak Senin lalu kita sudah melakukan sosialisasi dengan memasang sekitar 20 mmt di sepanjang Jalan Pattimura dan Pangeran Wiji. Ini kita lakukan supaya masyarakat dan pengguna jalan tahu kalau mulai Senin besok Jalan Pattimura dan Pengeran Wiji diberlakukan satu arah,” terang Ari, Rabu (30/9/2015).

Untuk rute pemberlakuan satu arah ini nanti dimulai dari arah timur yaitu diujung Jalan Bridjen Sudiarto kemudian menuju simpang tiga Nglebak (dawung) ke barat hingga simpang tiga Jalan Veteran atau barat BCA Veteran. “Pemberlakuan satu arah ini hanya diberlakukan dari mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB. Sedangkan di malam hari tidak diberlakukan satu arah,” imbuh Ari.

Sedangkan untuk angkutan umum jalur 02 tetap bisa melalui Jalan Pattimura dan Pangeran Wiji dengan melawan arus. Ini dilakukan untuk memberikan fasilitas bagi angkutan umum supaya tetap bisa beroperasi.

Pro dan kontra terkait dengan pemberlakuan jalur satu arah ini dinilai wajar. Namun dari Dishubkominfo selama 30 hari akan terus melakukan sosialisasi di lapangan. Setelah 30 hari berjalan, tentunya akan dilakukan evaluasi terkait pelaksanaan jalur satu arah tersebut apakah terus dilanjutkan atau tidak.

“Evaluasi nanti tetap kami lakukan setelah 30 hari berjalan,” pungkas Ari.

Dwi Hastuti