Operasi Biasa Jadi Alternatif Atasi Masalah Bau Badan

Operasi Biasa Jadi Alternatif Atasi Masalah Bau Badan

83
Ilustrasi
Ilustrasi

KELUARNYA keringat saat beraktivitas tentunya  wajar. Lewat keringat, tubuh mencoba menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Tapi bagaimana jika keringat tersebut menghasilkan bau yang tidak sedap?

Dosen Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret Solo, Dr Muhammad Eko Irawan, SpKK mengatakan bau badan muncul seiring dengan aktivitas hormonal masing-masing orang. Di mana, kelenjar ini terletak sangat jauh di dalam subkutis dan biasanya mengeluarkan keringat jenis susu yang menyebabkan bau badan.

Kelenjar jenis ini sebagian besar ditemukan di pangkal paha, pusar, daerah anal, ketiak, dada, kelopak mata, telinga, dan kulit. Kelenjar ini sangat aktif setelah mencapai pubertas. Keringat pada kelenjar ini disimpan di bagian folikel rambut atas dan melalui folikel daun kulit.

Baca Juga :  Tetap Nyaman di Cuaca Panas dengan Hoodie dari Rown Division

“Ketika hanya keringat biasa maka tidak akan menghasilkan bau yang menyengat. Karena pada dasarnya apokrin hanya akan mengeluarkan sekresi yang sifatnya tidak berbau. Bisa berbau ketika berinteraksi dengan bakteri maupun kuman,” katanya kepada Joglosemar.

Meski hal yang wajar dialami oleh hampir semua orang, namun bau badan ini membuat orang tidak nyaman sehingga memutuskan untuk mengobatinya. Pengobatan ini, lanjut dia, bisa melalui obat oles, minum, maupun operasi.

“Obat oles paling banyak digunakan. Misalnya dengan penggunaan deodoran, karena  mengandung aluminium hidroksida, antiperspiran, dan antiseptik,” katanya.

Kandungan antiperspiran ini digunakan untuk menghambat keluarnya keringat. Dengan berkurangnya keringat pada seseorang, maka potensi pengeluaran bau badan juga akan lebih tinggi.

Baca Juga :  Wisuda FSRD ISI Surakarta Bertemakan Garden Party

“Antiseptik di obat oles bertujuan untuk membunuh bakteri dan kuman yang ada. Jika keringat yang keluar banyak, tapi di sana tidak terkontaminasi dengan kuman dan bakteri, maka tidak akan menimbulkan bau,” ujarnya.

Cara kedua yang bisa ditempuh dengan konsumsi obat minum. Hanya saja, langkah ini jarang dilakukan karena kemungkinan besar menimbulkan efek negatif pada tubuh.

Selain dua cara di atas, dunia kedokteran juga menghasilkan terobosan yakni dengan cara operasi dengan sistem kuret.

“Ini jauh lebih efektif dilakukan untuk mengatasi bau badan. Ya karena penyebab bau badan, yakni jaringan apokrinnya diambil,” katanya lagi.

Murniati

BAGIKAN