Panitia SIPA Larang Fotografer Hobbies Mendekati Panggung

Panitia SIPA Larang Fotografer Hobbies Mendekati Panggung

171
Penampilan mahasiswa ISI Yogyakarta pada Solo International Performing Art (SIPA) ke 6, Kamis (11/09/2014) di Benteng Vastenburg Solo_Foto_Maksum N F
Penampilan mahasiswa ISI Yogyakarta pada Solo International Performing Art (SIPA) ke 6, Kamis (11/09/2014) di Benteng Vastenburg Solo_Foto_Maksum N F

SOLO – Pentas Solo International Performance Art (SIPA) ke-7 tanggal 10-12 September 2015 di Benteng Vastenburg Solo, dibayangi boikot sejumlah wartawan yang kecewa dengan perlakuan panitia pada pentas tahun lalu.

Tak ingin pentas dijauhi media, panitia pun minta maaf. Mereka menjanjikan kerja sama yang lebih baik, termasuk memberikan akses yang leluasa kepada peliput.

“Pentas SIPA tidak ada apa-apanya tanpa dukungan pemberitaan media. Kami minta maaf kalau ada perilaku yang tak semestinya, dan tentunya kami siap bekerja sama dengan lebih baik,” tutur Ketua Panitia SIPA, Irawati Kusumorasri dalam jumpa pers, Selasa (8/9/2015).

Salah satu yang dikeluhkan wartawan, adalah ketidaknyamanan yang timbul karena banyaknya fotografer hobbies dibiarkan menyesaki sekitar panggung dan mengganggu peliputan wartawan.

Baca Juga :  27 Persen Mahasiswa Baru UGM dari Keluarga Kurang Mampu

Untuk itu, Irawati berjanji pentas tahun ini fotografer hobbies hanya diperbolehkan memotret dari tempat duduknya masing-masing.

“Jika ingin mendapat sudut pandang yang bagus ya sebaiknya membeli tiket untuk VIP,” tutur Irawati.

Sementara itu, fotografer pers akan ditempatkan di panggung khusus, sedangkan wartawan tulis juga mendapat posisi yang cukup nyaman. Mereka juga akan dipandu oleh petugas Humas yang sekaligus menjadi penghubung jika wartawan ingin mewawancarai delegasi  pengisi acara.

Pentas SIPA 2015 menghadirkan delapan penampil dari dalam negeri, masing-masing Ayo Sunaryo (Bandung), Bale Seni Ciwasiat (Banten), Ranah Teater (Padang), Phoenix Dance (Semarang), Fajar Satriadi (Solo) yang sekaligus menjadi maskot SIPA, Rianto Dewandaru (Banyumas), Sang Swara (Kudus) dan GPH Paundrakarna (Solo).

Baca Juga :  Museum Keris Terlengkap se-Indonesia, Magnet Baru Wisata Kota Solo

Sedangkan dari luar negeri ada enam delegasi, yakni Oxana Chi fat Layla Zami (Jerman & Perancis), Dance Horizon Troupe (Singapura), Ms Nitivadee Manitkul (Thailand), serta tiga kelompok dari Korea Selatan masing-masing ICADC, Edx2  dan Rion Five.

Selain pentas tari kontemporer, juga digelar Bazaar SIPA di area pentas, dibuka sore hingga malam. Ada sekitar 30 stan yang meliputi kuliner, distro batik, kerajinan tangan dan sebagainya.

Ari Kristyono

 

 

BAGIKAN