JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Panwaslu Butuh Bukti Tambahan untuk Kasus Dugaan Politik Uang Anung-Fajri

Panwaslu Butuh Bukti Tambahan untuk Kasus Dugaan Politik Uang Anung-Fajri

87
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO– Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Surakarta masih membutuhkan bukti tambahan untuk kasus penyalahgunaan fasilitas negara untuk kampanye dan dugaan money politic. Kedua kasus tersebut terjadi pada penyelenggaran kampanye Calon Walikota (Cawali) Anung Indro Susanto, Senin pekan lalu.

“Kami sudah mendapat keterangan dari Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Panti Wredha, Suryanto terkait kedatangan Anung bersama timnya. Kesaksiannya mengugatkan adanya pelanggaraan penggunaan fasilitas negara untuk kampanye,” terang Sumanta, Minggu (6/9/2015).

Dalam klarifikasi Sabtu lalu, Suryanto mengatakan adanya pernyataan dari Anung yang memperkenalkan diri sebagai salah satu calon walikota dalamPemilihan Kepala Daerah (Pikada) 2015. Lebih lanjut Sumanta mengatakan, pihak pengelola UPTD mengatakan sudah mengingatkan Tim Anung agar tidak berkampanye di gedung tersebut. Kedatangannya pun mendadak pada hari itu atau tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Namun, kami masih butuh keterangan satu saksi lagi untuk bisa dilanjutkan prosesnya. Besok kami akan minta keterangan dan tambahan informasi dari penghuni panti. Termasuk soal dugaan money politic tersebut,” ujarnya.

Panwaslu jugamasih butuh keterangan dari Anung untuk memperjelas duduk perkaranya. Sayang dalam klarifikasi akhir pekan lalu Anung berhalangan hadir. Hanya Ketua Tim Pemenangan Anung Indro Susanto dan M Fajri (AFI) Sugeng Riyanto yang datang.

Menurutnya, dalam pertemuan itu Sugeng juga memberikan keterangan pada Panwaslu terkait pelaksanaan  kampanye tersebut. Terkait dugaan money Tim AFI menyangah adanya kegiatan membagikan uang di panti tersebut. Namun, Panwaslu belum puas dengan jawaban tersebut.

“Pak Anung belum bisa hadir kemarin (Sabtu), hanya Sugeng Riyanto selaku ketua tim yang menyampaikan ketidakhadiran Anung. Kami masih butuh keterangan langsung dari Pak Anung dan tidak bisa diwakilkan. Kami undang akan undang lagi besok siang,” kata dia.

Terpisah Ketua Tim Pemenangan AFI Sugeng Riyanto menegaskan, tidak ada money politic dalam kunjungan ke Panti Wredha. Pihaknya juga tidak pernah menginstruksikan bagi-bagi amplop dalam setiap kunjungan paslon.

Sugeng juga menjelaskan, ketidakhadiran Anung pada klarifikasi akhir pekan kemarin karena yang bersangkutan masih menerima banyak tamu. Hal itu membuatnya tak dapat memenuhi undangan Panwaslu.

”Besok Pak Anung siap datang sendiri. Kami juga siapkan tim advokasi dan hukum, jika dibutuhkan,” ujarnya.

Dini Tri Winaryani