JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Panwaslu Solo Tertibkan Angkutan Kota yang Dijadikan Media Kampanye

Panwaslu Solo Tertibkan Angkutan Kota yang Dijadikan Media Kampanye

58
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

SOLO-Tim Penertiban Kota menggelar operasi penertiban stiker branding (blocking sticker) yang terpasang di angkutan kota (Angkot), Selasa (15/9/2015). Stiker branding tersebut ditemukan di 11 Angkot Jalur 03.

Penertiban dilakukan setelah Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) mengeluarkan rekomendasi tindak lanjut pelangaran kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Semua stiker branding yang kami temukan bergambar Paslon Anung Indro Susanto dan M Fajri (AFI). Dari hasil penyisiran total ada 11 angkot yag sudah kami copot stikernya,” terang Ketua Panwaslu Sri Sumanta, kepada wartawan usai operasi.

Usai rapat koordinasi, Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Polresta Surakarta dan Panwaslu itu mulai menyisir trayek angkot mulai pukul 11.30. Tim berhasil mendapati tiga angkot di kawasan Tugu Lilin, Pajang, Laweyan. Selain ditemukan pula dua angkot di Bundaran Mayor Achmadi, Banjarsari dan enam lainnya di Gulon, Jebres.

“Pemasangan stiker branding Paslon ini melanggar PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) Nomor 7 Tahun 2015 Pasal 26. Secara tertulis, kami sudah melayangkan surat ke Tim Pemenangan pada 28 Agustus soal aturan tersebut. Secara lisan juga kami ingatkan. Namun, nyatanya belum juga dilepas,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan, berdasar PKPU tersebut branding pada mobil pribadi juga dilarang. Panwaslu sendiri saat ini tengah turun ke lapangan untuk melengkapi data.

“Mobil pribadi juga tidak boleh. Nanti akan kami tertibkan juga. Dalam PKPU itu diatur bahan kampanye, berupa stiker yang boleh dipasang maksimal berukuran 10 cm x 5 cm.Bisa saja diakali dengan menempelnya dalam jumlah banyak, namun hasilnya justu tak bagus,” kata dia.

Sementara Sekretaris Tim Pemenangan AFI Supriyanto mengatakan, penertiban stiker branding mestinya tak hanya terbatas pada peserta Pilkada. Larangan memasang promosi pada transportasi umum sudah diatur. Namun, sampai sekarang tak pernah ada penertiban.

“Jangan tebang pilih. Mestinya transportasi publik yang dipasangi promosi yang sifatnya komersial jgua ditertibkan. Nyatanya Bus Damri dan angkot juga banyak yang dipakai untuk media promosi tetapi dibiarkan saja,” kata dia.

Dia pun menegaskan, Tim Pemenangan tak pernah menginstruksikan branding AFI pada fasilitas transportasi umum.

“Kami tak ada instruksi itu. Bisa saja itu inisiatif dari relawan atau simpatisan AFI,” kata dia.

Dini Tri Winaryani

BAGIKAN