JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Panwaslu Solo Waspadai Kampanye Terselubung Jelang Idul Adha

Panwaslu Solo Waspadai Kampanye Terselubung Jelang Idul Adha

123

PILPRES RENTAN KAMPANYE HITAMSOLO-Menjelang Hari Raya Idul Adha, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Surakarta memperketat pengawasan pada aktivitas pasangan calon (Paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015.

Hari raya keagamaan itu rawan ditunggangi kegiatan kampanye berupa penyerahan hewan kurban.

“Berkurban itu bagian dari kegiatan ibadah. Tidak dilarang Paslon memberikan sumbangan hewan kurban pada masyarakat. Namun, jangan sampai hal itu menjadi sarana kampanye,” kata Anggota Panwaslu Divisi Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan, Asmuni, kepada wartawan, Rabu (16/9/2015).

Dia menjelaskan, pada hari raa atau hari libur nasional peaerta Pilkada dilarang melaksanakan kampanye. Komisi Pemiihan Umum (KPU) Kota Surakarta juga tak memberi jadwal pada kedua Paslon.

Asmuni menambahkan, pemberian hewan kurban bisa dikategorikan kampanye, jika terdapat beberapa unsur di dalamnya.

Pertama, memperkenalkan diri sebagai calon kepala daerah, menyebut nomor urut, menyampaikan visi misi dan ada ajakan memilih ke salah satu Paslon.

“Jika salah satu unsur itu dilakukan, maka sudah memenuhi kategori pelanggaran. Kami akan berikan  sanksi peringatan,” kata Asmuni.

Untuk mengantisipasi terjadinya kampanye terselubung saat Idul Adha, Asmuni akan melakukan pengawasan intensif melalui Petugas Pengawas Lapangan (PPL). Selain itu, pengawasan partisipatif melalui komunitas yang cukup besar di bidang keagamaan.

“PPL sudah pasti diterjunkan. Namun kami punya keterbatasan untuk mengawasi. Namun kami juga menggandeng remaja masjid, takmir dan organisasi masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan, jika ada temuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Panwaslu juga akan meminta kepastian libur kampanye yang bertepaan dengan hari raya umat Islam. Pasalnya tahun ini terjadi perbedaan penetapan Idul Adha bagi  umat Islam di Indonesia.

Pemerintah telah menetapkan Idul Adha pada Kamis (24/9). Sementara Muhammadyah menetapkan pada Rabu (23/9).

“Jika libur kampanye berlangsung dua hari, maka Panwaslu juga akan  mengantisipasi  upaya kampanye terselubung  pada hari itu,” kata dia.

Asmuni mengatakan, sejauh ini kedua paslon sudah tertib mengikuti jadwal pelaksanaan kampanye. Namun untuk tempatnya, masih ada beberapa pelanggaran, misalnya dilakukan tempat ibadah.

Dini Tri Winaryani

BAGIKAN