Panwaslu Sragen Rekomendasikan Pencopotan 2.000 Atribut Kampanye Ilegal

Panwaslu Sragen Rekomendasikan Pencopotan 2.000 Atribut Kampanye Ilegal

114
DITENGGAT - Petugas Satpol PP tengah menertibkan spanduk di wilayah Kecamatan Ngawen, Rabu (8/1). Satpol PP mengancam akan menerapkan Perda K3 untuk penertiban atribut kampanye parpol. Joglosemar / Angga Purnama
Petugas satpol PP menertibkan atribut kampanye ilegal | Ilustrasi: dok.Joglosemar

SRAGEN – Panwaslu Kabupaten Sragen menyatakan sudah membuat rekomendasi kepada Satpol PP dan KPU untuk menertibkan 2.013 atribut kampanye ilegal bergambar pasangan calon (paslon) yang tersebar di 20 kecamatan.

Selain itu, Panwaslu juga menyurati Dishubkominfo dan Satlantas Polres Sragen untuk membahas pencopotan branding paslon di 72 mobil karena melanggar aturan.

Anggota Panwaslu Sragen, Heru Cahyono mengatakan 2.013 atribut kampanye yang terpasang di jalan-jalan hingga gang-gang itu direkomendasi untuk diturunkan karena dibuat oleh paslon sendiri dan dipasang di area yang bukan ditetapkan oleh KPU.

Surat rekomendasi sudah dilayangkan ke Satpol PP dan KPU akhir pekan lalu. Penertiban serentak direncanakan digelar Kamis (3/9/2015).

“Kami hanya mengacu pada pasal 72 PKPU 7/2015. Bahwa atribut kampanye yang boleh dipasang adalah yang dibuat KPU dan pemasangannya di titik yang sudah ditentukan dalam SK KPU. Selain itu melanggar dan memang harus diturunkan. Sekalipun itu di pekarangan juga harus diturunkan,” paparnya, Rabu (2/9/2015).

Sementara, Kepala Satpol PP Sragen, Dwi Sigit Kartanto mengatakan untuk penertiban besok, pihaknya akan menerjunkan semua personel berkolaborasi bersama instansi lainnya.

Wardoyo

BAGIKAN