JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pasangan Rudy- Purnomo Terlihat Hadiri Kirab Dewa Bumi

Pasangan Rudy- Purnomo Terlihat Hadiri Kirab Dewa Bumi

75
BAGIKAN
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo dari PDI Perjuangan, FX Hadi Rudyatmo dan Ahmad Purnomo saat hendak mendaftar ke KPU Solo, Minggu (27/7/2015) | Tribun Jateng/Suharno
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo dari PDI Perjuangan, FX Hadi Rudyatmo dan Ahmad Purnomo saat hendak mendaftar ke KPU Solo, Minggu (27/7/2015) | Tribun Jateng/Suharno

SOLO– Kirab Dewa Bumi (Fu De Zheng Sen) Minggu (27/9/2015) berlangsung meriah. Selain peserta dari 10 Klenteng di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) juga dimeriahkan dari peserta lain, seperti dari Pasukan Bendera Merah Putih (Paskibra), Solo Batik Carnival (SBC), Barongsay maupun Liong.

Kirab untuk memperingati Hari Raya Tio Ciu atau Perayaan Pertengahan Musim Gugur ini mengambil start dan finish di depan Klenteng Tien Kok Sie di kawasan Pasar Gede. Yang mana dibuka langsung oleh Pejabat (PJ) Walikota Surakarta, Budi Suharto, bahkan hadir juga tokoh masyarakat FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo dalam kirab tersebut.

“Peringatan ini sebagai ucapan terima kasih kepada Dewa Bumi sama menyambut tanggal 15 Imlek bulan delapan. Tahun ini ada 10 klenteng dari berbagai daerah di Jateng dan Jatim yang ikut dalam kirab Dewa Bumi ini,” terang Pengurus Bagian Ritual Klenteng Tien Kok Sie Kawasan Pasar Gede, Budiono Tekgianto saat ditemuai disela-sela kegiatan, Minggu (27/9).

Menurutnya, dari 10 klenteng yang ikut dalam kirab bersama ini kebanyakan mengeluarkan Dewa Bumi untuk dikirab. Tapi ada juga yang mengeluarkan Dewi Kwan Im, sedangkan untuk barongsai, Lion ataupun yang hanya untuk meramaikan. Kirab ini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Dewa Bumi, yang mana di jaman dulu itu merupakan pas musim panen jadi.

“Kebanyakan yang dibawa dan dikirab masing-masing klenteng itu Dewa tapi ada juga yang membawa Dewi Kwan Im. Kalau dijaman kala dulu ini kan pas musim panen, jadi ini ucapan syukur kami yang mana dianggap sebagai pelindung para petani,” katanya.

Dalam prosesi kirab yang pertama kali jalan Dewa Bumi dari Klenteng Tien Kok Sie selaku tuan rumah kemudian dilanjutkan dengan klenteng lain. Kesepuluh klenteng lain, diantarannya Klenteng Ke Me Li Gubug, Klenteng Tjoe Hwaie Kiong Rembang, Klenteng Kwan Seng Boen Semarang, Klenteng Ageng Asing Semarang, Klenteng Xiu FA Thang Salatiga, Klenteng Po An Kion Solo, Klenteng Lien Hwa Sie Semarang, Klenteng Cen Fo Zong Solo, Klenteng Hong San Kiong Gudo, dan Klenteng Gunung Kalong Ungaran.

Untuk rute dari Klenteng Tion Kok Sie menuju Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Ronggowarsiot-Jalan Keprabon Kulon-Jalan Slamet Riyadi-Jalan Depan PGS-Jalan Kapten Mulyadi-Jalan RE Martadinata-Jalan Cut Nyak Dien-Jalan Juanda-Jalan Urip Sumoharjo dan kembali Klenteng Tien Kok Sie.

Sementara itu PJ Walikota Surakarta, Budi Suharto menyatakan jika pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari budaya Indonesia. Yang mana harus bisa Bhineka Tunggal Ika dan benar-benar harus dijaga.

“Ini sejalan untuk merawat bumi. Harus bisa Bhineka Tunggal Ika. Keragaman ini harus dipertahankan,” pungkas dia.

Ari Welianto