PBNU Segera Bentuk Badan Perguruan Tinggi

PBNU Segera Bentuk Badan Perguruan Tinggi

56
Ketum PBNU, Said Aqil Siroj (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Ketum PBNU, Said Aqil Siroj (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

JAKARTA- Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan pihaknya segera membentuk Badan Perguruan Tinggi NU (BPTNU) yang akan membina, mengembangkan, dan menambah jumlah universitas di lingkungan NU.

“Kita sudah memiliki 24 universitas NU, nantinya akan kita kembangkan lagi, karena itu kita akan membentuk Badan Perguruan Tinggi NU,” katanya setelah menyampaikan kuliah umum dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Mahasiswa Baru Universitas NU Surabaya (Unusa) di Ruang Shofa, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (6/9/2015).

Didampingi Ketua PBNU Prof Mohammad Nuh DEA yang ditunjuk “membidani” Badan PTNU itu, ia menjelaskan PBNU memiliki kewenangan, kepentingan, dan kewajiban untuk menjadikan PTNU yang ada menjadi lebih baik lagi.

“Karena itu, kita akan melakukan intervensi dalam bentuk pendampingan melalui Badan PTNU itu. PTNU yang masih merangkak akan dibina hingga bisa berjalan, lalu PTNU yang sudah bisa berjalan akan dibina menjadi lebih maju lagi,” katanya.

Ditanya rencana menambah jumlah PTNU yang ada, Nuh yang juga Ketua Umum Yayasan RSI Surabaya (YaRSIS) yang menaungi RSI dan Unusa itu menyatakan target minimal adalah membentuk satu universitas NU untuk satu provinsi, sehingga nantinya setiap provinsi akan memiliki PTNU.

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

“Kita juga akan melihat potensi yang ada, apakah memerlukan dukungan fasilitas, akses, atau sesuai kebutuhan. Pokoknya, kita akan melakukan penyempurnaan, yakni dari titik menjadi garis, dari garis menjadi bidang, dari bidang menjadi ruang,” kata mantan Mendikbud itu.

Secara terpisah, Rektor Unusa Prof Ir Achmad Jazidie M.Eng menegaskan bahwa mahasiswa baru Unusa tahun 2015 yang dikukuhkan sebanyak 958 orang pada enam fakultas dengan 11 orang diantaranya berasal dari Filipina.

“Itu kerja sama antarnegara, karena kita punya keunggulan dalam bidang keperawatan, maka pemerintah mempercayakan kerja sama untuk kita dengan Filipina yang memang unggul dalam bidang keperawatan,” katanya.

Namun, Unusa juga merencanakan kerja sama antar-universitas dengan University of Northern Philippines (UNP) untuk program Double Degree yang mungkin direalisasikan pada 2016. “Rintisannya, 11 mahasiswa Filipina itu yakni empat mahasiswa Keperawatan, empat mahasiswa Manajemen, dan tiga mahasiswa PGSD,” katanya.

Menurut Guru Besar Teknik Elektronika ITS itu, Unusa yang dipimpinnya memang memiliki keunggulan dalam bidang kesehatan atau keperawatan, karena itu jurusan teknik yang dimiliki pun mengarah ke bidang kesehatan yakni bio medical engineering.

Baca Juga :  Satu Ponpes di Karanganyar Urungkan Niat Tolak Imunisasi Rubella

“Keunggulan lainnya adalah rumah sakit dan bahasa. Kita memiliki rumah sakit yang memang ada lebih dulu daripada universitas, sehingga kita punya daya saing. Untuk fakultas keguruan dan kependidikan akan diarahkan pada bahasa yakni Inggris dan Arab, sehingga lulusan Unusa siap menghadapi MEA,” katanya.

Namun, pihaknya juga memiliki keunggulan khas sebagai universitas NU yakni berwawasan global Rahmatan lil Alamin, memiliki nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, dan mahasiswa yang berakhlakul karimah.

Ke-958 mahasiswa dalam enam fakultas meliputi Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (461 mahasiswa), Fakultas Kesehatan (159), Fakultas Kedokteran (55), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (209), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (63), serta Fakultas Teknik (11).

Untuk program studi (Prodi) Kesehatan yang menjadi primadona antara lain S1 Pendidikan Kedokteran, S1 Kesehatan Masyarakat, D4 Analis, S1 Gizi, S1 dan D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, dan Program NERS. Untuk jurusan non kesehatan seperti S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 PGSD dan PG PAUD.

Antara | Edy M Ya`kub

BAGIKAN