Pedagang Klewer Keluhkan Parkir Liar di Lorong Pasar Darurat

Pedagang Klewer Keluhkan Parkir Liar di Lorong Pasar Darurat

87
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan MENINJAU PASAR DARURAT--Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meninjau lokasi Pasar Darurat Klewer, Kamis (18/06). Pemerintah Kota Surakarta memberikan batas waktu kepada pedagang untuk masuk ke lokasi pasar maksimal Senin (22/06/2015).
Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
MENINJAU PASAR DARURAT–Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meninjau lokasi Pasar Darurat Klewer, Kamis (18/06). Pemerintah Kota Surakarta memberikan batas waktu kepada pedagang untuk masuk ke lokasi pasar maksimal Senin (22/06/2015).

SOLO– Pedagang Pasar Klewer berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk segera menata keberadaan parkir sembarangan di pasar sementara.

Pasalnya banyak banyak kendaraan yang diparkir di lorong-lorong pasar sampai samping kios, padahal itu merupakan akses buat pengunjung.

“Belum ada tindakan dari Pemkot, masih banyak yang nekat parkir di lorong-lorong kios. Padahal itu tidak diperbolehkan,” ujar Pejabat Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani, Minggu (6/9/2015).

Menurutnya, sesuai kesepakatan bersama kendaraan tidak boleh parkir di lorong jalan ataupun samping kios melainkan di lahan parkir yang sudah disiapkan. Hanya saja saat itu Pemkot berdalih memberi waktu sekitar satu bulan untuk sosialisasi agar pedagang ataupun pengunjung bisa parkir dilahan parkir sebelum ditertibkan.

Baca Juga :  Ada Proyek Sudetan Drainase Jalan Supomo, Ini Permintaan Khusus PT KAI

“Ini sudah ada satu bulan untuk sosialisasinya tapi belum ada tindakan. Dulu kesepakatannya semua kendaraan parkir dilahan yang sudah ditentukan ternyata masih ada dan dilarang dilorong atau samping kios,” katanya.

Pihaknya sudah sosialisasi ke pedagang untuk tidak memarkirkan kendaraanya dilorong jalan atau samping kios tapi lahan parkir. Karena itu merupakan akses untuk pengunjung tapi malah dipakai parkir dan membuat aksesnya jadi sempit.

“Kami sudah mensosialisasikan itu ke pedagang ataupun pengunjung untuk parki dilahan parkir. Biar pemkot yang menindak,” imbuhya.

Sementara itu Kepala UPTD Perparkiran, M. Usman menyatakan secepatnya akan menindak tegas dengan langsung menggembok kendaraan yang tidak parkir di lahan parkir. Sebelumnya sudah diberi sosialisasi dengan memasang surat edaran yang ditempel ditempat-tempat strategis.

Baca Juga :  17 PKL Minta Balik Selter Sriwedari

“Secepatnya kami tindak tegas, kemungkinan pekan depan,” ungkapnya.

Usman menambahkan, pantauan dan himbauan dilapangan terus dilakukan baik ke pedagang atau pengunjung. Hanya saja baru sebatas himbauan atau sosialisasi belum ada bertindak, bahkan lorong-lorong pun sudah dipasang portal biar tidak ada yang lewat.

“Sebenarnya dulu sudah ada opsi jika pedagang atau karyawan parkir di lahan benteng Vastenburg tapi tidak mau karena jauh dan akhirnya disini,” pungkas dia.

Ari Welianto

BAGIKAN