JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pedagang Sapi Diimbau Menitipkan Uang Hasil Penjualan ke Bank

Pedagang Sapi Diimbau Menitipkan Uang Hasil Penjualan ke Bank

92
BAGIKAN

 

 

 

Ilustrasi: Joglosemar/ Maksum NF
Ilustrasi: Joglosemar/ Maksum NF

KLATEN – Kasus perampokan yang menimpa pedagang sapi bernama Ngatimo, warga Mangkurejo, Desa Socakangsi, Kecamatan Jatinom Klaten, Sabtu lalu mengundang keprihatinan para pedagang sapi lainnya. Muncul imbauan untuk tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“Teman-teman pedagang sapi memang biasa bertransaksi secara tunai, kadang terkumpul uang dalam jumlah cukup besar dan dibawa berhari-hari. Mungkin karena untuk kulakan lagi, lebih praktis,” ujar Eko Slamet (35) warga Desa Solodiran, Manisrenggo, pedagang sapi yang biasa mangkal di Pasar Prambanan, Minggu (20/5/2015).

Menurut Eko, kejadian perampokkan salah satu juragan sapi di Jatinom yang berprofesi sama dengan dirinya, membuat ia was-was juga. Pasalnya penjualan sapi saat ini sedang ramai-ramainya menjelang Idul Adha.

“Saya ini juga was-was kalau ada kejadian itu, buat hati tidak tenang. Tapi kalau saya memang selalu langsung setorkan ke bank bila selesai jualan sapi, jadi bisa antisipasi kejadian perampokkan seperti itu,”ujarnya.

Sabtu kemarin, perampokan menimpa Ngatimo Widi Utomo 40) juragan sapi asal Dusun Mangkurejo, Desa Socakangsi, Kecamatan Jatinom. Dalam peristiwa itu korban kehilangan uang tunai sebesar Rp 50 juta dari penjualan empat ekor sapi miliknya di Pasar Sapi Jatinom. Selain itu, paha Ngatimo berlubang kena tembak perampok.

Dani Prima