JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemabuk Rusak Warung yang Beratribut Pasangan Yuni-Dedy

Pemabuk Rusak Warung yang Beratribut Pasangan Yuni-Dedy

234
BAGIKAN
 DAFTAR KPU- Pasangan bakal calon (balon) bupati-wabup dari Koalisi Sukowati Bangkit (KSB), Yuni- Dedy saat mendaftar dan dikawal keluarga serta simpatisannya, Minggu (26/7). Foto: Wardoyo

DAFTAR KPU- Pasangan bakal calon (balon) bupati-wabup dari Koalisi Sukowati Bangkit (KSB), Yuni- Dedy saat mendaftar dan dikawal keluarga serta simpatisannya, Minggu (26/7). Foto: Wardoyo

SRAGEN- Sebuah warung tak berpenghuni di tengah sawah di areal Desa Saradan, Karangmalang yang diketahui terdapat atribut pasangan calon Yuni-Dedy (Yudy) dilaporkan mengalami rusak, Sabtu (5/9/2015) siang.

Tak jauh dari lokasi, spanduk bergambar paslon Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto (Aman To) juga menjadi sasaran pengrusakan dengan disobek-sobek.

Warung di tengah sawah itu diketahui rusak bagian genting dan atapnya. Diduga, kerusakan itu terjadi akibat aksi orang tak dikenal yang sengaja melempari warung yang memasang gambar paslon YUDY dalam bentuk spanduk dan baliho tersebut.

Hal itu terungkap setelah Panwaslu mendapat laporan dari masyarakat terkait kerusakan warung tersebut. Anggota Panwaslu, Heru Cahyono mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB dan sesaat kemudian langsung mengecek ke lokasi.

Akan tetapi, saat hendak dilakukan klarifikasi bersama Polsek, tim kesulitan untuk mendapat keterangan karena warung dalam kondisi tertutup dan terlihat tidak ditempati. Dari pelacakan, pemilik warung di atas saluran irigasi itu sudah meninggal dan yang menguasai terakhir adalah pengontraknya namun juga tidak diketahui siapa orangnya.

“Terus terang kami kesulitan untuk memroses karena pemiliknya sudah meninggal. Siapa yang mengontrak juga tidak diketahui dengan jelas. Lalu kita juga tentu tidak bisa memproses sesuatu yang memang melanggar aturan,” paparnya Minggu (6/9/2015).

Pihaknya menegaskan dari segi aturan, atribut yang dipasang di warung itu bukan dari KPU dan tidak bisa dibenarkan. Ia justru menduga bahwa aksi pelemparan itu ada kaitannya dengan saling balas lantaran tidak jauh dari lokasi warung, ditemukan spanduk bergambar paslon Aman To juga dirusak dan disobek-sobek.

Ia juga berharap kejadian itu menjadi pembelajaran bagi semua penyelenggara Pemilu untuk tegas menyampaikan aturan bahwa atribut yang boleh dipasang hanya dari KPU sehingga tidak memberi celah bagi paslon atau masyarakat untuk nekat mencetak dan memasangnya sendiri.

Terpisah, Kapolsek Karangmalang AKP Agus Irianto menyampaikan dari hasil pendalaman, ternyata warung tengah sawah yang dilempari itu memang digunakan untuk mabuk-mabukan. Pelaku yang diduga melempari warung itu juga terdeteksi dalam pengaruh minuman keras.

“Ternyata pelakunya orang mendem dan warung itu juga untuk mabuk,” ujarnya.

Wardoyo