Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Titik Iklan Komersial Diprotes

Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Titik Iklan Komersial Diprotes

60
Ilustrasi Alat Peraga Kampanye
Ilustrasi Alat Peraga Kampanye

SOLO– Praktisi periklanan Solo memprotes pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 yang dinilai merugikan dunia usaha. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta memilih panggung spanduk iklan komersial sebagai titik pemasangannya.

Ketua Asosiasi Perusahaan dan Praktisi Periklanan Solo (Asppro) Ginda Feractriawan mengatakan, dari pantauannya di lapangan banyak APK jenis spanduk yang terpasang menutupi spanduk berbayar.

“Bukannya kami tak mendukung pelaksanaan Pilkada, tetapi panggung spanduk itu ruang untuk iklan komersial. Kalau untuk sosialisasi mestinya tidak memakai lokasi itu. Banyak klien yang komplain,” kata Ginda Sabtu (26/9/2015).

Pemasangan APK di panggung spanduk itu seperti terlihat di simpang empat Kelurahan Timuran, simpang empat Pasar Beling dan Kawasan Manahan, tepatnya di depan SMPN 1 Surakarta. Selain itu terlihat pula di simpang empat Tipes, Serengan dan beberapa titik lainnya.

Baca Juga :  1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Menurut Ginda, ukuran APK jenis spanduk itu lebih besar dari spanduk komersil. Hal itu yang membuat sejumlah spanduk komersial tak terlihat. Padahal, justru para pelaku usaha itu yang telah memberikan sumbangan pendapatan asli daerah (PAD). Baik berupa pajak maupun retribusi.

“Klien kami menjadi bingung. Mau nekat menggeser atau melepas, ya tidak berani. Namun, kalau tidak ada tindakan, mereka dirugikan. Wong mereka sudah bayar sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.

Baca Juga :  Heroik, Upacara di Sungai Hingga di Atas tumpukan Sampah!

Sementara Komisioner Divisi Hukum, Pencalonan dan Kampanye Nurul Sutarti mengatakan, pemilihan titik-titik pemasangan APK sudah menjadi kesepakatan bersama. Hal itu setelah melalui rapat koordinasi antara KPU, lurah, camat, tim pemenangan pasangan calon (Paslnon) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu).

Dalam rapat koordinasi itu, tim paslon menyerahkan penentuan titik pada KPU. Namun, kedua Paslon menegaskan agar APK dipasang di tempat strategis.

“Pemasangan APK di panggung iklan itu juga masukan dari lurah. Itu lebih baik daripada dipasang di tiang listrik atau pohon. Setelah titiknya disepakati, kami mintakan izin ke Pemkot. Semua sudah disetujui,” kata Nurul.

Dini Tri Winaryani

BAGIKAN