JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemerintah Gencar Lakukan Operasi Pasar Beras

Pemerintah Gencar Lakukan Operasi Pasar Beras

67
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana
Ilustrasi | Joglosemar/Yuhan Perdana

JAKARTA – Pemerintah akan mulai mengintensifkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga beras nasional. Pasalnya dalam kurun waktu satu bulan terakhir harga kebutuhan pokok tersebut menunjukkan tren peningkatan atau tetap berada di atas Rp10.000 per kilogram.

“Ini didorong untuk operasi pasar, yang jelas tren kenaikan itu tidak sampai dua persen,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Srie mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok tersebut pemerintah telah melakukan operasi pasar sejak Jumat (25/9/2015) lalu di gudang Perum Bulog.

“Biasanya akan kita lakukan untuk mengembalikan kestabilan harga sebelumnya, kita lakukan operasi pasar. Ini sudah berjalan dan dilakukan pada Jumat kemarin di gudang Bulog,” ujar Srie.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras medium rata-rata nasional pada Senin (28/9/2015) mencapai Rp10.330 per kilogram. Jika dibandingkan dengan Sabtu (29/8/2015) harga tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp10.003 per kilogram atau sebesar 3,27 persen.

Selama satu bulan terakhir, harga beras rata-rata nasional masih berada di atas Rp10.000 per kilogram. Harga beras pada Senin (28/9) tercatat sebesar Rp10.330 dan merupakan harga tertinggi selama satu bulan terakhir. Sementara harga terendah berada pada level Rp10.003 pada bulan lalu Sabtu (29/8).

Terkait dengan stok yang dimiliki oleh Perum Bulog, Srie enggan memberikan tanggapan dan hanya mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyatakan stok beras yang dimiliki oleh Bulog masih mencukupi.

Vicki Febrianto | Antara