JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemerintah Harusnya Turunkan Harga BBM

Pemerintah Harusnya Turunkan Harga BBM

69
BAGIKAN
Front Mahasiswa Soloraya membawa poster dalam aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM, Selasa (31/03/2015) di depan Pasar Gede Solo. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan
Front Mahasiswa Soloraya membawa poster dalam aksi unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM, Selasa (31/03/2015) di depan Pasar Gede Solo. Foto: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

JAKARTA – Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini meminta pemerintah mengeluarkan paket kebijakan yang berdampak cepat, misalnya dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Perlu kebijakan yang dampaknya jangka pendek, harga BBM diturunkan, dan akhirnya tarif listrik ikut turun karena harga BBM lebih murah,” ujar Didik dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (26/9/2015).

Harga BBM jenis premium saat ini Rp 7.400 per liter, dinilai terlalu mahal di saat kondisi ekonomi dalam negeri yang melambat dan harga minyak dunia yang sedang rendah yakni di bawah 40 dolar AS per barel.

“Idealnya itu diturunkan harganya sekitar Rp 1.500 sampai Rp 2.000. Ini hasilnya akan terasa cepat, bisa terlihat dalam dua minggu,” ucap Didik.

Harga BBM yang murah, kata Didik, tidak perlu diterapkan oleh pemerintah selamanya. Tetapi, bersifat sementara dan bisa naik lagi setelah ekonomi bertumbuh.

“Harus ada perjanjian, misalnya setahun ini BBM diturunkan, tapi tahun depan bisa naik lagi. Jadi turunnya ini saat krisis saja,” tutur Didik.

Tribunnews