Pemerintah Serius Bahas Dana Pensiun Atlet

Pemerintah Serius Bahas Dana Pensiun Atlet

79
Oja Firmansyah (putih) saat berlatih di lintasan atletik Stadion Sriwedari Solo, tahun lalu. Foto : Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Joglosemar/Maksum Nur Fauzan

PALEMBANG – Pemerintah menggodok rencana pengelolaan dana pensiun atlet karena jaminan kesejahteraan kepada mantan olahragawan harus mulai diberikan.

“Saat ini sedang digodok, dan akan diajukan ke DPR. Pemerintah benar-benar ingin menggolkannya karena ini sebenarnya masukan yang sudah lama dari para pelaku olahraga,” kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Djoko Pekik Irianto seusai menjadi pembicara dalam diskusi terbuka “Ke Mana Visi Pembinaan Olahraga Kita” di Palembang, Jumat (4/9/2015).

Dalam diskusi yang turut menghadirkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mantan atlet Richard Sambera dan Rexy Mainaky, dan mantan ketua Program Atlet Andalan Ahmad Sucipto ini.

“Dana ada, dan tidak kurang. Tinggal mengurus secara legalitas saja. Mengapa ini membutuhkan waktu karena pemerintah berkeinginan ini berlangsung terus menerus atau tidak berakhir seperti era pemerintahan,” kata dia.

Mantan atlet bulu tangkis nasional Rexy Mainaky mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia mengelola dana pensiun atlet seperti yang dilakukan negara tetangga Malaysia.

“Malaysia itu tidak mengenal bonus medali seperti yang diterapkan di Indonesia. Atletnya diberikan dana pensiun dengan kisaran beragam sesuai dengan prestasi yang dicapai, seperti peraih perak olimpiade Lee Chong Wee, sejak menjadi atlet hingga ia pensiun sampai meninggal dunia akan mendapatkan bantuan biaya hidup bulanan dari negara,” kata dia.

Ia melanjutkan, Indonesia juga dapat menerapkan hal itu jika ingin meningkatkan prestasi atlet.

Dolly Rosana | Antara

BAGIKAN