JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Peminat Beasiswa Sinta Wati dari Bupati Sragen Melonjak hingga 4 Kali Kuota

Peminat Beasiswa Sinta Wati dari Bupati Sragen Melonjak hingga 4 Kali Kuota

184
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN – Angka pendaftar untuk program Beasiswa Sintawati bagi mahasiswa miskin tapi diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Pulau Jawa tahun akademik 2015/2016 membeludak hingga dua kali lipat. Selain nominal beasiswa dinaikkan menjadi Rp 12 juta pertahun, adanya kebijakan mengakomodasi anak PNS golongan rendah yang miskin, dinilai menjadi faktor yang membuat jumlah pendaftar naik tajam.

Kepala Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Sragen, Suyadi mengatakan hingga pendaftaran ditutup tanggal 31 Agustus 2015 lalu, jumlah pendaftar beasiswa Sintawati mencapai 162 siswa. Angka ini merupakan angka tertinggi dan melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya kenaikan itu tak lepas dari kebijakan Bupati yang mulai tahun ini membolehkan anak PNS golongan I dan II serta benar-benar tidak mampu, untuk ikut mendaftar. Dari 162 itu, lima diantaranya memang berasal dari keluarga PNS di dua golongan tersebut.

“Tahun ini memang pendaftarnya meningkat banyak. Biasanya nggak sampai 100 karena sudah tahu kalau syaratnya diterima PTN dan miskin. Tapi sesuai perintah Pak Bupati, mulai tahun ini dari keluarga PNS golongan I dan II, bisa diakomodasi sehingga banyak yang ikut mendaftar,” ujarnya, Jumat (11/9).

Ia menguraikan selain kebijakan untuk PNS, nominal tahun ini yang dinaikkan menjadi Rp 12 juta pertahun, diakui menjadi magnet bagi pendaftar. Nominal itu naik drastic dari tahun lalu sebesar Rp 7,6 juta dengan rincian SPP dua semester Rp 4 juta dan biaya hidup Rp 300.000/bulan. Sementara tahun ini, dinaikkan Rp 12 juta rinciannya untuk biaya SPP dua semester masing-masing Rp 3 juta dan biaya hidup Rp 500.000/bulan.

Mengingat kuota baru yang tersedia tahun ini terbatas hanya sekitar 40 mahasiswa, pihaknya sudah menyiapkan tim untuk melakukan verifikasi terhadap pendaftar. Tim sudah bergerak melakukan survey ke pendaftar sejak awal September lalu guna mengecek kondisi ekonomi dan rumahnya.

“Nanti kita buat ranking dan diambil 40 teratas. Hasilnya akan kita umumkan secara transparan. Pedoman kami adalah status kemiskinannya. Kita utamakan yang rumahnya tidak layak, lantainya masih tanah dan benar-benar tidak mampu,” tandasnya.

Wardoyo