JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Bantul Tidak Sarankan Sapi Piyungan untuk Hewan Korban

Pemkab Bantul Tidak Sarankan Sapi Piyungan untuk Hewan Korban

111
BAGIKAN
PANEN RAYA- Panen raya sapi yang digelar Aspin Boyolali di Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Senin (23/9). Panen raya ini diharapkan menjadi tonggak kebangkitan peternakan sapi potong Boyolali. Joglosemar|Ario Bhawono
Ilustrasi | Joglosemar|Ario Bhawono

BANTUL – Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak merekomendasikan sapi yang berasal dari kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Piyungan untuk hewan kurban pada Idul Adha 1436 Hijriah.

“Kami tidak rekomendasikan sapi-sapi dari kawasan TPA Sampah Piyungan untuk dijadikan sebagai hewan kurban, karena yang menjadi masalah bila sapi itu mengkonsumsi sampah-sampah non-organik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Partogi Dame Pakpahan, Rabu (9/9/2015).

Menurut dia, sapi yang berasal dari kelompok ternak wilayah Kecamatan Piyungan cukup melimpah, namun secara pasti ia tidak bisa memastikan apakah semua sapi mengkonsumsi sampah-sampah yang dibuang di TPA sampah Piyungan.

Partogi mengatakan, jika sapi-sapi mengkonsumsi sampah nonorganik misalnya plastik maupun sampah yang memiliki kandungan logam berat tentunya daging yang dihasilkan tidak sehat dan tidak sesuai syariat agama sebagai hewan kurban.

Hal itu, kata dia, karena sampah-sampah nonorganik mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) apabila konsep pengolahannya tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai yang diatur dalam Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup.

“Permasalahannya sekarang ini apakah sapi Piyungan itu dibesarkan dan digembalakan di kawasan TPA? Karena itu sulit. Apalagi secara kasat mata sapi yang mengonsumsi sampah dengan yang tidak, tidak ada bedanya,” katanya.

Apalagi, kata Partogi, sapi-sapi yang berasal dari Piyungan selama ini secara fisik sehat, kulitnya mengkilap, sama seperti sapi pada umumnya, sehingga untuk membedakannya tidak mudah kecuali ada uji laboratorium terhadap daging itu.

Namun demikian, kata dia, jika ada sapi-sapi yang digembalakan di kawasan TPA sampah Piyungan bukan berarti ternak tersebut mengonsumsi sampah yang mengandung B3 tersebut, melainkan sampah organik sisa sayuran atau makanan.

Antara