JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Karanganyar Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Buat Air Mancur di Taman Gajah

Pemkab Karanganyar Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Buat Air Mancur di Taman Gajah

291
PATUNG GAJAH RUSAK—Kondisi patung gajah di Taman Gajah, tepatnya di sebelah timur Alun-alun Karanganyar telah rusak di bagian belalainya karena termakan usia. Foto diambil Jumat (8/3). Muhammad Ikhsan
PATUNG GAJAH RUSAK—Kondisi patung gajah di Taman Gajah, tepatnya di sebelah timur Alun-alun Karanganyar telah rusak di bagian belalainya karena termakan usia. Foto diambil Jumat (8/3). Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR – Niatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk membuat taman hiburan bagi masyarakat nampaknya bakal terwujud. Hal itu menyusul dengan adanya anggaran dari Pemkab sebesar Rp 2,5 milliar yang sengaja digelontorkan untuk pembangunan air mancur modern model Wings Of Time, seperti di Negara tetangga yakni Singapura, yang nantinya bakal dibangun di taman Gajah.

Tak hanya itu saja, dana tersebut juga digunakan untuk merevitalisasi Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang terletak tak jauh dari lokasi yang bakal dibangun air mancur.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar Titis Sri Jawoto, saat ditemui sejumlah wartawan, menjelaskan, pemerintah bakal serius untuk melakukan penataan taman di kawasan Alun-alun Karanganyar, terutama taman Gajah dan Museum GSI.

Saat ini proyek tersebut sudah memasuki tahap pertama dan nantinya direncanakan selesai pada bulan November, sebelum perayaan hari jadi Karanganyar.

“Itu baru tahap pertama mas untuk pembangunan air mancur, dan kita rencanakan memang nanti air mancur itu seperti yang ada di Negara tetanga itu. Kalao untuk Monument GSI itu hanya revitalisasi saja,” kata Titis.

Dalam rencana pembangunan air mancur tersebut, lanjut Titis, nantinya bakal didesain sama seperi yang ada di Purwakarta dan Singapura. Dimana air yang akan keluar (mancur) tersebut bakal dipadukan dengan seni permainan cahaya laser digital.

“Khusus untuk air mancur itu kita dapat dari APBD Provinsi sebesar kurang lebih Rp 1,6 miliar, dan sisinya atau finisingnya nanti bakal kita ambilkan dari APBD Perubahan Kabupaten,” terangnya.

Sementara itu, untuk revitalisasi Monumen GSI berupa penambahan ornamen. Tampilan Monumen GSI akan diganti dengan lampu sorot modern di bagian lantainya. Selain itu juga dibangun sanitasi pelengkap berupa toilet bawah tanah. Selama ini, pemkab banyak mendapat masukan dari masyarakat yang mengeluh belum ada toilet di sekitar Alun-alun Karanganyar.

“Untuk sisa dari pembangunan air mancur tersebut yang sebesar Rp 900 juta, kita gunakan untuk membuat fasilitas umum di GSI seperti toilet,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat ditemui sejumlah wartawan sebelumnya, sempat membahas terkait dengan air mancur tersebut.

“Kita akan atur itu nanti untuk penataannya, kalau siang ya hanya air mancur saja, tapi kalau malam lampunya juga akan kita batasi, tidak terus kita panjer,” jelas Bupati.

Rudi Hartono

BAGIKAN