JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Klaten Anggarkan Rp8,3 Miliar untuk Perbaikan Trotoar

Pemkab Klaten Anggarkan Rp8,3 Miliar untuk Perbaikan Trotoar

204
para pekerja tampak menganti permukaan trotoar yang semula terbuat dari kramik diganti dengan batu andesit. Pemkab Klaten tahun ini mengalokasikan anggran sebesar 8.3 miliar untuk perbaikan trotoar. Foto: Dani Prima
Para pekerja tampak menganti permukaan trotoar yang semula terbuat dari kramik diganti dengan batu andesit. Pemkab Klaten tahun ini mengalokasikan anggran sebesar 8.3 miliar untuk perbaikan trotoar. Foto: Dani Prima

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumberdaya Mineral (DPU ESDM) Klaten menganggarkan renovasi atau perbaikan trotoar senilai Rp 8,3 miliar.

Rincian anggaran tersebut yakni alokasi yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah ( APBD) murni 2015 sebesar Rp 5,8 miliar. Digunakan untuk pembangunan trotoar di kawasan kota kabupaten sekitar Rp 4,5 miliar sementara di beberapa kota kecamatan Rp 1,3 miliar.

Kemudian Pemkab Klaten menambah alokasi dana perbaikan trotoar yang berasal dari APBD Perubahan 2015 senilai Rp 2,5 miliar digunakan untuk pembangunan trotoar di wilayah Buntalan atau menuju ke RSUD Bagas Waras serta kawasan sekitar Masjid Agung Al Aqsha.

Kabid Bina Marga DPU dan ESDM Klaten, Sumarno mengatakan, perbaikan trotoar dari APBD murni sudah dilakukan awal 2015 lalu di jalan-jalan yang ada di dalam Kota Klaten. Perbaikan trotoar tersebut dilakukan di Jalan Pramuka, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Wahidin Sudiro, Jalan Bhayangkara, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Cokroaminoto, serta Jalan Ronggowarsito.

“Sedangkan tambahan alokasi dana dari APBD Perubahan itu untuk membangun trotoar guna menunjang rencana operasi masjid dan RSUD Klaten. Agar dapat beroperasi secara maksimal,”ujarnya, Rabu (16/9/2015).

Sumarno juga mengungkapkan, pihaknya juga mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk pemeliharaan trotoar.

“Dana itu, untuk perombakkan trotoar yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena licin,”ujarnya.

Menurutnya, penggantian dilakukan bertahap dimulai dari Kota Kecamatan Cawas. Semua titik penggal masuk trotoar yang dulu menggunakan keramik sudah diganti batu andesit.

Untuk tahun ini, proyek trotoar juga akan diganti dengan batu atau semen bergaris. Meliputi semua trotoar jalan protokol di dalam Kota Klaten.

Sumarno juga membantah jika masalah itu muncul karena ada kesalahan spesifikasi. Hal itu muncul sebab pada mulanya pihaknya mengacu dari hasil kunjungan ke Kota Surabaya.

“Di Surabaya, kita lihat setiap titik masuk trotoar menggunakan keramik satu garis. Namun ternyata setelah diterapkan di Klaten, realitasnya berbeda sebab trotoar di Klaten cukup tinggi sehingga membutuhkan tiga baris keramik,”ujarnya.

Dengan tiga baris itu, lanjut Sumarno, ternyata licin saat dilalui. Agar tidak licin, diputuskan diganti meskipun ada risiko penambahan anggaran.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Klaten, Sudibyo mengatakan, munculnya masalah itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan perencanaan.

“Mestinya tidak akan terjadi jika sejak awal dicermati,” katanya.

Menurutnya, Pemkab diharapkan tidak hanya mengedapankan capaian proyek tetapi juga kualitas bangunan harus menjadi yang diutamakan. Sebab anggaran untuk itu tidak kecil dari APBD.

Dani Prima

BAGIKAN