JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Klaten Larang Warganya Menjadi TKI di Arab dan 20 Negara Lainnya

Pemkab Klaten Larang Warganya Menjadi TKI di Arab dan 20 Negara Lainnya

145
BAGIKAN

PERLINDUNGAN TKI BERMASALAHKLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) larangan penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke 21 Negara yang sebagian besar berada di Timur Tengah.

Kabid Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Klaten Widada Kusnin Supriyadi mengatakan, kebijakan tersebut diambil menyusul larangan pengiriman TKI informal ke Timur Tengah oleh Kementerian Ketenagakerjaan untuk melindungi TKI informal yang didominasi oleh wanita yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

“Kita mendapatkan surat larangan tersebut pada Agustus lalu. Dan akan kita tindak lanjuti dengan SE yang akan kita berikan kepara para penyalur TKI di Klaten dan lainnya,”tuturnya Rabu (2/9/2015)

Menurut Widada, kebijakan tersebut diambil pemerintah pusat lantaran perlindungan TKI di Timur Tengah di sektor domestik dinilai sangat kurang, sehingga masih banyak permasalahan yang menimpa TKI.

Selain itu, kentalnya unsur budaya di negara-negara Timur Tengah membuat pemerintah Indonesia kesulitan untuk melindungi TKI, khususnya yang bekerja di sektor informal seperti PRT yang tidak sedikit terjerat kasus hukum di tempat mereka bekerja.

”Negara-negara di timur Tengah merupakan negara yang rawan untuk perlindungan TKI kita. Selain perlindungannya lemah, tingkat kesejahteraan TKI di sana dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Asia sebenarnya masih sangat kurang,”urainya.

Diungkapkannya, sejak periode Januari hingga Agustus telah mengirimkan 46 TKI. ”Dari jumlah tersebut semuanya diberangkatkan ke negara-negara Asia, seperti Malaysia dan Taiwan. Mereka bekerja di sektor informal dan formal. Sementara dari catacatan kami, belum ada yang menjadi TKI di Timur Tengah,”imbuhnya.

Meskipun belum ada calon TKI yang akan berangkat ke Timur Tengah, diakui Widada, tidak sedikit TKI yang malah menaruh minat untuk pergi bekerja ke Timur Tengah.

”Nantinya bila ada TJI yang hendak ke Timur Tengah, akan kami sarankan ke negara asia seperti Singapura dan Taiwan. Selain upah yang lebih besar, tingkat perlindungannya lebih tinggi dibandingkan negara-negara Timur Tengah,”tuturnya.

Beberapa negara yang akan ditutup untuk TKI yang bekerja di sektor domestik informal yakni Arab Saudi, Qatar, Aljazair, Bahrain, Irak, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Palestina, Mesir, Oman, Sudan Selatan, Yaman, Suriah, Tunisia, Jordania, dan Pakistan.

Dani Prima