Pemkab Klaten Salurkan Bantuan 45 Pompa Air Antisipasi Puso

Pemkab Klaten Salurkan Bantuan 45 Pompa Air Antisipasi Puso

129
Ilustrasi | Dani Prima
Ilustrasi | Dani Prima

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten mendapatkan bantuan mesim pompa air dari Kementerian Pertanian berupa 45 unit pompa air. Bantuan pompa air tersebut untuk mencegah ancaman puso pada lahan sawah di Klaten akibat penutupan Dam Colo Barat di Sukoharjo.

Kepala Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo menuturkan, penyaluran bantuan pompa air dari Kementan itu digunakan untuk mengantisipasi ancaman puso akibat penutupan Dam Colo Barat di Kabupaten Sukoharjo pada awal Oktober tahun ini.

“Kebetulan bulan ini kita dapat bantuan 45 pompa air dan kita akan salurkan kepada para petani yang terdampak penutupan Dam Colo Barat di Sukoharjo. Seperti di Kecamatan Karangdowo, Cawas, Wonosari dan Gantiwarno,” tuturnya, Minggu (20/9/2015).

Menurut Wahyu, hingga pertengan September ini, sudah ada 100 hektar lahan sawah yang mengalami puso karena masalah pengairan. “Kita juga khawatir efek penutupan Dam Colo itu semakin menambah jumlah sawah yang puso, oleh karena itu mulai besok kita salurkan bantuan ini. Semoga dapat digunakan sebaik mungkin oleh petani,”jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh Pejabat Baru Sragen Ditantang Sejumlah Tugas Berat, Begini Kata Bupati

Sebelumnya, para petani di Kecamatan Karangdowo dan Cawas dibuat khawatir oleh rencana penutupan Dam Colo sisi barat yang terletak di Kabupaten Sukoharjo pada 1 Oktober mendatang. Pasalnya sebagain petani di dua kecamatan itu, mengandalkan pasokan air dari Dam Colo sisi barat untuk mengairi sawah mereka yang memiliki total luas 1.833 hektar.

Hal itu juga dibenarkan oleh, Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) wilayah Klaten Timur, Wiyoto. Menurutnya lahan yang ada di Desa Karangdowo, Tumpukan, Soka, Ringin Putih, Tambak dan Tulas di Kecamatan Karangdowo. Juga di Kecamatan Cawas meliputi Desa Bogor, Japanan dan Tlingsing. Bisa gagal panen bila Dam Colo sisi Barat ditutup.

Baca Juga :  Satu Ponpes di Karanganyar Urungkan Niat Tolak Imunisasi Rubella

“Rata-rata usia padi saat ini sekitar satu bulan dan diperkirakan bulan Oktober akan sangat membutuhkan air. Apabila saat membutuhkan air bersamaan Dam Colo dikeringkan secara otomatis padi akan gagal panen,”jelasnya.

Wiyoto melanjutkan, untuk mengantisipasi gagal panen itu, petani di beberapa desa sudah siap mencari solusi dengan membuat sumur dalam atau meminjam pompa air guna mengalirkan air dari Sungai Dengkeng.

Dani Prima

 

BAGIKAN