JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkab Pastikan Tidak Ada PHK Massal di Sukoharjo

Pemkab Pastikan Tidak Ada PHK Massal di Sukoharjo

108
MENJELANG HARI BURUH-- Sejumlah buruh PT Sari Warna Asli keluar dari pabrik di Pucangsawit, Solo, Selasa (29/4). Untuk memastikan tidak ada buruh yang dipekerjakan perusahaan di hari peringatan buruh internasional (May Day) pada Kamis (1/5) besok, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Surakarta mengancam akan melakukan aksi sweeping ke perusahaan.  Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SUKOHARJO – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sukoharjo belum mecium indikasi bakal terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhdap dolar.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukoharjo, Rusdiyono mengatakan situasi perusahaan di Kota Makmur terpantau masih sangat baik. Ancaman PHK massal akibat rupiah melemah itu dinilai tidak berdampak di Kota Makmur ini.

“Sampai saat ini tidak ada kekhawatiran tentang itu. Di sini masih adem ayem. Aksi unjuk rasa juga tidak terjadi,” ujar Rusdiyono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2015).

Namun dia mengakui kenaikan nilai tukar rupiah memicu kenaikan harga-harga kebutuhan terutama hasil impor. Namun, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan keluhan mengenai beban biaya atas buruh yang dipekerjakan. Sejauh ini pihaknya aktif melakukan monitoring rutin di perusahaan-perusahaan, terutama di perusahaan dengan jumlah buruh relaitf besar.

“Daerah selalu melakukan pengawasan. Jangan sampai ada PHK semena-mena. Kami selalu menjalin komunikasi dengan Tripartit (Serikat Pekerja, Asosiasi Perusahaan dan Disnakertrans),” Rusdiyono.

Mantan Camat Tawangsari ini mengatakan, monitoring tersebut, selain mengantisipasi PHK sepihak, juga terkait penentuan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah justru dikeluhkan perusahaan. Pasalnya kebutuhan belanja modal utamanya bahan baku yang harus diimpor.

“Kami berharap perusahaan dan buruh tidak terpengaruh isu PHK. Karena kenyataanya wacana PHK tidak ada di Sukoharjo,” imbuhnya.

Seperti diketahui, ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, kemarin. Mereka mengususng 10 tuntutan, di antaranya menuntut penolakan PHK akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, hingga kenaikan upah buruh. Sofarudin

BAGIKAN