Pemkab Sragen Imbau Tak Bungkus Daging Kurban dengan Kantong Plastik, Ini Alasannya

Pemkab Sragen Imbau Tak Bungkus Daging Kurban dengan Kantong Plastik, Ini Alasannya

236
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
Ilustrasi: Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengimbau kepada masyarakat atau panitia pembagian daging kurban untuk sebisa mungkin menghindari pemakaian kantong plastik hitam sebagai bungkus daging.

Sebab, hasil penelitian serta dari segi kesehatan, kantong plastik hitam yang lazim digunakan untuk bungkus daging selama ini, dinilai berbahaya bagi kesehatan.

“Kantong plastik warna hitam yang biasa dijual dan digunakan untuk bungkus itu sebenarnya bahan pembuat serta zat pewarnanya tidak baik bagi kesehatan. Dampaknya apabila terkontaminasi pada daging dan terkonsumsi bisa memicu penyakit kanker,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan DKK, Iin Dwi Yuliarti kepada Joglosemar, Kamis (17/9/2015).

Ia mengatakan hampir sebagian besar kantong plastik yang beredar di pasaran selama ini memang bahannya kebanyakan tidak aman bagi kesehatan.

Kantong plastik yang sehat dan aman bahannya juga ada akan tetapi biasanya harganya mahal serta hanya dijual tertentu.

Atas kerawanan itu, pihaknya mengimbau demi kesehatan, daging kurban akan lebih baik dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.

Meski imbauan sudah sering disampaikan, akan tetapi terkadang masyarakat masih banyak yang nekat memilih dan menggunakan kantong plastik karena tergiur murahnya harga.

Wardoyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR