Pemkot Emoh Minta Bantuan Jokowi soal Sengketa Sriwedari

Pemkot Emoh Minta Bantuan Jokowi soal Sengketa Sriwedari

59
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Jelang pelaksanaan eksekusi lahan Sriwedari oleh Pengadilan Negeri (PN) Surakarta Pemkot Solo mengaku optimis akan memenangi masalah ini.

Pemkot pun enggan meminta “bantuan” dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang notabene bekas Walikota Solo.

Demikian ditegaskan oleh Penjabat (Pj) Walikota Surakarta Budi Suharto kepada wartawan saat berada di Gedung Graha Wisata Niaga, Senin (28/9/2015). Keyakinan Budi ini didasari adanya novum (bukti baru) yang ikut disertakan dalam Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga :  Ini Cara Warga Karangasem Solo Meriahkan HUT ke-72 RI

“Sampai saat ini saya yakin masih bisa menang, dan eksekusi lahan Sriwedari tidak akan terjadi,” terangnya.

Menurut Budi, selama ini Pemkot masih berupaya agar bisa mempertahankan lahan seluas 9,9 hektare tersebut. Meski begitu, Pemkot pun tetap akan menghormati hukum yang sudah berjalan.

Budi juga menegaskan, Pemkot tidak akan mengeluarkan anggaran untuk mengakuisisi lahan Sriwedari. Selain karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, langkah tersebut dinilainya terlalu cepat dan mengesampingkan upaya yang sudah ditempuh Pemkot saat ini.

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias dan 750 Peserta Bakal Tampil Semarakkan Pawai Pembangunan di Solo

Budi juga mengatakan, dirinya siap mendatangi PN Surakarta bersama Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Kinkin Sultanul Hakim, Selasa (29/9) besok sesuai panggilan aanmaning dari PN.

Disinggung mengenai adanya upaya dari sejumlah masyarakat yang melayangkan surat ke Presiden, Budi mengapresiasi dan mendukung langkah tersebut. Akan tetapi, Pj Walikota menegaskan Pemkot tidak akan meminta “bantuan” sampai ke Presiden.

“Kalau kami tidak akan mengajukan surat ke Presiden,” tandas Budi.

Ari Purnomo

BAGIKAN