Pemkot Solo Akan Gelar Seleksi Ulang untuk Angkat Honorer K2

Pemkot Solo Akan Gelar Seleksi Ulang untuk Angkat Honorer K2

90
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan tidak akan begitu saja mengangkat honorer kategori 2 (k2) menjadi PNS. Pemkot akan tetap melakukan seleksi ulang guna memastikan kompetensi pegawai K2 untuk menjadi PNS. Pemkot akan mengeyapingkan jenjang karier para honorer K2.

Penjabat (Pj) Walikota Surakarta Budi Suharto kepada Joglosemar mengatakan, jika Pemkot akan tetap mengikuti intruksi yang diarahkan dari pemerintah pusat. Hanya saja, guna memastikan kelayakan tenaga honorer, Pemkot pun harus melakukan pengujian terlebih dahulu.

“(Pengangkatan honorer) adalah hal yang baik, tetapi saya berharap tetap ada seleksi. Untuk memastikan standarisasi beliau-beliau (honorer k2),” terang Budi saat ditemui Joglosemar usai melepas jemaah calon Haji, Rabu (16/9/2015).

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias dan 750 Peserta Bakal Tampil Semarakkan Pawai Pembangunan di Solo

Seleksi yang akan dilakukan bukanlah sebagai penjegal tenaga honorer k2. Melainkan, untuk memastikan bahwa tenaga dan keahlian para tenaga honorer k2 memang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Budi menanbahkan, hasil pengujian dirasa sangat penting bagi efektifitas kinerja birokrasi. Budi pun akan mengeyampingkan jenjang kerja yang sudah dijalani oleh para honorer. Meskipun jenjang kerja honorer k2 sudah lebih dari 20 atau 30 tahun, tetapi jika hasil seleksi tidak memenuhi standar, tetap saja tidak bisa diluluskan.

“Kalau menurut saya lebih baik dilakukan dengan seleksi, misalkan jika hasil seleksi tidak bisa mencapai hasil standar, ya bagaimana caranya agar bisa sampai,” ungkapnya. Terpisah, Kabid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surakarta Lancer S. Naibaho mengatakan, untuk pengangakatan honorer menjadi PNS wajib mengikuti seleksi dulu.

Baca Juga :  1.235 Desa di Jateng Terancam Kekeringan

Hal ini sebagaimana Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (PerkaBKN) nomor 9/2009 tentang Pegawai Negeri Sipil Harus Lulus Seleksi.

“Jadi kalau mau jadi PNS harus melalui tes, karena memang aturannya seperti itu,” tandasnya. Sekedar diketahui, sampai saat ini masih terdapat 509 tenaga honorer. Mereka merupakan sisa honorer yang tidak lolos seleksi yang digelar pada 2013 lalu.

Ari Purnomo

BAGIKAN