Pemkot Solo Beri Pembinaan Juru Parkir

Pemkot Solo Beri Pembinaan Juru Parkir

73
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta memasang spanduk larangan parkir di City Walk, Senin (09/02/2015) sebagai sosialisasi terhadap warga. Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan mulai tanggal 16 Februari 2015 dan bagi pelanggar akan mendapat sanksi tilang, gembok dan biaya Rp 10000_Foto_Maksum N F
Petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta memasang spanduk larangan parkir di City Walk, Senin (09/02/2015) sebagai sosialisasi terhadap warga. Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan mulai tanggal 16 Februari 2015 dan bagi pelanggar akan mendapat sanksi tilang, gembok dan biaya Rp 10000_Foto_Maksum N F

SOLO- Pelanggaran para Juru Pakir (Jukir) di Jalan Slamet Riyadi tergolong tinggi. Untuk itu, dari UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melakukan Pembinaan dan Pencegahan Pelanggaran Pengelola dan Petugas Parkir di empat titik di Jalan Slamet Riyadi.

Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Surakarta, M Usman mengatakan, pembinaan yang dilakukan kepada Jukir ini dilakukan step by step. Tahap pertama yaitu dilakukan di Jalan Slamet Riyadi tepatnya untuk pengelola parkir dan Jukir di Solo Square, Solo Center Point (SCP), Solo Grand Mall (SGM) dan Sriwedari.

“Kita utamakan dulu kawasan yang memiliki potensi pelanggaran parkir tinggi dan intensitas parkir tinggi,” terang Usman di sela-sela melakukan pembinaan, Selasa (22/9/2015).

Baca Juga :  Ini Semangat Juang Penderita Kanker Payudara yang Patut Diapresiasi

Lanjut Usman, untuk pelanggaran yang dimaksud yaitu mulai dari pelanggaran tarif. Karena di event-event tertentu, terkadang Jukir masih meminta tarif diatas ketentuan. Kalau ini dibiarkan, kasihan pengunjung yang dirugikan. Kemudian saat melakukan pembinaan, UPTD Perparkiran juga menghimbau kepada Jukir untuk tertib berlalu lintas hingga mengantisipasi pengedaran Narkoba.

“Kenapa antisipasi peredaran Narkoba diberikan, supaya di lokasi parkir tidak digunakan untuk transaksi Narkoba,” imbuh Usman.

Kemudian di acara pembinaan yang terkesan informal karena dilakukan di ourdoor ini malah dinilai lebih mengena. Karena dari Jukir lebih nyaman menyampaikan permasalahan dan uneg-uneg baik yang ditujukan kepada UPTD Perparkiran atau pihak pengelola.

Baca Juga :  Ini Cara Warga Karangasem Solo Meriahkan HUT ke-72 RI

“Misal ada yang mengeluh seragam sudah lusuh, maka bisa disampaikan ke pengelola di acara tersebut. Lalu bagi Jukir yang belum memiliki jaminan keselamatan kerja, maka bisa disampaikan ke pengelola,” kata Usman.

Setelah di Jalan Slamet Riyadi, Pembinaan dan Pencegahan Pelanggaran Pengelola dan Petugas Parkir juga akan dilakukan di kawasan lain yang dicurigai berpeluang melakukan pelanggaran serta memiliki intensitas parkir tinggi.

Diantaranya yaitu kawasan Singosaren dan Pasar Klewer. “Ini kita lakukan juga untuk melakukan pendekatan kepada Jukir.Sebanyak 200 Jukir dan 15 pengelola parkir yang kami berikan pembinaan di Jalan Slamet Riyadi,” pungkas Usman.

Dwi Hastuti

BAGIKAN