JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Pemkot Solo Segera Benahi Permasalahan Sungai

Pemkot Solo Segera Benahi Permasalahan Sungai

85
BAGIKAN
Ratusan warga dan TNI bersihkan Kali Jlantah | Joglosemar/Sofarudin
Ratusan warga dan TNI bersihkan Kali Jlantah | Joglosemar/Sofarudin

SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo semakin konsen dalam memperbaiki kondisi sungai. Salah satu upaya yang akan dilakukan Pemkot yakni dengan menyiagakan petugas di kawasan sungai. Petugas ini ditujukan untuk melakukan pengawasan terhadap perilaku warga yang masih nekat membuang sampah disungai.

Demikian seperti diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Walikota Surakarta Budi Suharto. Lebih lanjut Budi mengatakan, selama ini buruknya perilaku masyarakat menjadi permasalahan utama kerusakan sungai. Sehingga, perlu ada pengawasan agar perilaku ini bisa dihilangkan.

“Jadi nanti ada petugas yang kita tempatkan untuk mengawasi kawasan sungai, kalau diketahui ada yang membuang sampah paling tidak bisa ditegur,” ungkap Budi.

Dengan adanya petugas yang bersiaga disungai, diharapkan warga yang biasa membuang sampah kesungai mulai merubah kebiasannya.

Petugas yang akan disiagakan merupakan petugas khusus untuk menjaga sungai, dan berada diluar Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Gagasan penyediaan petugas jaga ini, kata Budi mencontoh Kota Palembang. Dimana, pemerintah Palembang sudah menyiagakan petugas untuk menjaga sungai.

“Di Palembang juga sudah menerapkan itu (penjagaan sungai), gagasan ini akan dibahas lagi,” tambah Budi. Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) berencana memanggil para pelaku usaha rumahan yang membuang limbah ke sungai. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman terkait bahaya limbah yang dibuang ke sungai.

“Nanti kita akan ajak mereka (pelaku industri) untuk bertemu, guna membahas masalah pembuangan limbah ke sungai, kalau mereka tidak bisa kita yang mungkin mendatangi mereka,” kata Kepala BLH Widdi Srihanto.

Widdi menambahkan, pembuangan limbah yang tidak melalui pengolahan secara benar sangat berpengaruh pada kondisi sungai. Untuk itu, BLH berharap agar pemahaman bisa disampaikan secepatnya. Sehingga, perbaikan kondisi air sungai bisa dilakukan.

Ari Purnomo