Pemkot Solo Siap Relokasi 15 Kepala Keluarga di Kawasan SMAN3

Pemkot Solo Siap Relokasi 15 Kepala Keluarga di Kawasan SMAN3

19
Joglosemar|Budi Arista Romadhoni WARGA DIRELOKASI-Seorang warga Bantaran sungai bengawan solo membawa barangnya saat direlokasi Walikota solo FX Hadi Rudiyatmo di Pucangsawit, Solo, Rabu (9/1).
IIlustrasi

SOLO-15 Kepala Keluarga (KK) yang menempati lahan Hak Pakai (HP) 17 Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta atau kawasan SMA N 3 Surakarta, Purwodiningratan segera dipindah. Pemindahan ini dilakukan karena SMA N 3 Surakarta akan melakukan pengembangan atau perluasan sekolah.

Pemkot Surakarta akan memberikan dana relokasi atau bongkar angkut sebesar Rp 20,5 juta untuk setiap KK.

Asisten Pemerintahan Setda Surakarta Said Romadlon saat ditemui wartawan usai mengadakan sosialisasi, Selasa (29/9/2015) menjelaskan, bahwa sosialisasi yang diadakan merupakan yang keempat kalinya. Dalam sosialisasi yang digelar di gedung Manganti Praja kemarin sudah didapatkan kesepakatan mengenai solusi pemindahan 15 KK yang sudah puluhan tahun menempati lahan SMA N 3.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

“Sudah ditemukan kesepakatan, warga dengan sukarela sudah bersedia pindah. Dan untuk biaya bongkar angkut atau dana tali asih setiap KK akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 20,5 juta,” terang Said kemarin.

Selanjutnya, Said juga mengatakan dana yang disepakati ini sama dengan dana relokasi warga bantaran Sungai Bengawan Solo.

Untuk waktu kepindahan warga, pihak sekolah memberikan kesempatan hingga akhir November mendatang. Pun begitu, pihak SMA N3 tetap memberikan bantuan kepada warga tempat tinggal sementara.

“Kalau sampai batas waktu warga belum juga dapat tempat baru, pihak sekolah bersedia menampung sementara,” katanya.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Klewer Timur Tunggu Pusat

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW VI Agus Cahyono, mengatakan pada dasarnya warga sudah menerima sepenuhnya keputusan yang dihasilkan kemarin. Dan warga pun tidak menuntut agar dana relokasi ditentukan berdasarkan taksiran nilai bangunan. Akan tetapi, warga masih meminta agar diberikan waktu setidaknya hingga akhir Desember untuk mencari tempat tinggal baru.

“Kalau pihak sekolah gampang kita juga gampang, dan katanya pihak sekolah juga akan memberikan bantuan kepada warga. Tapi kami minta agar kami masih diberikan waktu hingga akhir Desember,” ungkap pria yang sekaligus sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Purwodiningratan.

Ari Purnomo

BAGIKAN