JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Penangguhan Penahanan Ditolak, Gatot Supadi Langsung Lemas

Penangguhan Penahanan Ditolak, Gatot Supadi Langsung Lemas

348
BAGIKAN
Gatot Supadi  Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)
Gatot Supadi
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)

SRAGEN – Kejaksaan Negeri Sraqgen akhirnya menahan mantan Kepala Dinas Pendidikan Gatot Supadi yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek Sekolah Berstandar Internasional (SBI) Gemolong senilai Rp 2 miliar tahun 2008, Senin (14/9/2015).

Penahanan Gatot dilakukan pada panggilan kedua kemarin setelah mangkir pada panggilan pertama pekan lalu dengan alasan menghadiri undangan tugas ke Jakarta.

Penahanan dilakukan setelah upaya untuk mengajukan penangguhan penahanannya ditolak oleh Jaksa. Gatot datang ke Kejaksaan pukul 08.00 WIB didampingi dua kuasa hukumnya, Mugiyono dan Muhammad Ali. Sejumlah guru dari yayasan Kosgoro yang dipimpin Gatot, juga tampak mendampingi dan mengantarnya hingga ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sragen.

“Tadi datang sekitar jam 08.00 WIB langsung diperiksa oleh jaksa penuntut, Kusmini. Setelah itu menandatangani berita acara pemeriksaan dilanjutkan cek kesehatan di Puskesmas sebelum kemudian kita kirim ke LP Sragen dengan status tahanan titipan,” papar Kajari Sragen, Victor Saut Tampubolon didampingi Kasie Pidsus, Yasin Joko Pratomo.

Ia mengatakan tersangka memang sempat mengajukan penangguhan namun tidak dikabulkan. Meski demikian, Yasin menyampaikan saat diperiksa oleh jaksa, yang bersangkutan masih menyangkal dugaan korupsi yang disangkakan. Namun hal itu tidak menghalangi upaya penahanan.

“Itu (menyangkal) hak dia. Tadi juga sudah dilakukan penyerahan barang bukti seperti kuitansi, slip pengeluaran, lapoan pertanggungjawaban, dokumen-dokumen serta SK kepanitiaan pelaksanaan proyek yang ditandatangani bupati kala itu,” jelas Yasin.

Langsung Lemas

Kuasa hukum Gatot, Mugiyono menyampaikan pihaknya masih mencermati dan mempelajari celah sejauh mana keterlibatan kliennya yang disangkakan melakukan korupsi. Menurut persepsinya, kapasitas kliennya hanya sebatas kepala dinas yang memang merekomendasi penggunaan uang. Akan tetapi perihal tudingan menikmati dana atau melakukan korupsi, ia belum begitu yakin.

“Kami baru melihat dari sisi posisi Pak gatot itu sebagai kepala dinas pendidikan. Dana proyek itu dari APBN pusat dan memang masuk ke rekening Kadinas. Jadi uang masuk dan keluar memang harus melalui rekomendasi Pak Gatot. Soal sangkaan dia menikmati dan kemana saja aliran uangnya, ini yang masih akan kami cari. Yang jelas kita akan buka semuanya nanti,” tandasnya.

Ditambahkan Mugiyono, kliennya kemarin memang sempat langsung lemas karena tekanan darah drop setelah mengetahui penangguhananya ditolak. Namun ia memastikan kondisi kliennya sampai di LP baik-baik saja.

Wardoyo