Pengusaha Kuliner di Solo Belum Mau Turunkan Harga Jual

Pengusaha Kuliner di Solo Belum Mau Turunkan Harga Jual

66
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO – Meski pemerintah telah menurunkan harga elpiji 12 rata-rata nasional Rp6.700 per tabung, namun para pedagang makanan di Kota Solo belum menurunkan harga jualnya.

Menurut Liska Yuniati, karyawan Rumah Makan Taman Sari di Jalan Adi Sucipto, pihaknya belum bisa menurunkan harga makanan.

“Yang pasti kami masih memakai elpiji dengan harga lama. Penurunan harga elpiji itu kan mendadak,” ucapnya kepada Joglosemar, Kamis (17/9/2015).

Liska menjelaskan, kendati harga elpiji telah mengalami penurunan, namun harga berbagai komoditas pangan seperti sayuran relatif masih tinggi.

Sebenarnya, ucap Liska, jika diitung, selisih angka penurunan harga elpiji bisa menutup biaya dan belanja bahan baku yang masih tinggi.

“Kami belum bisa menurunkan harga dari semua menu yang kami jual,” tuturnya.

Sama halnya disampaikan Indra, pengusaha kuliner lain di bilangan Jalan Dr Rajiman. Kendati untuk setiap harinya resto miliknya menghabiskan lebih dari 2 tabung elpiji 12 kilogram, namun dirinya belum bisa menurunkan harga semua jenis makanan yang dijual.

“Penurunannya kan baru kemarin, sedangkan stok di gudang kami beli dengan harga lama,” ucapnya.

Satria Utama

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR