JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Perkembangan Perbankan Syariah di Solo Cukup Menggembirakan

Perkembangan Perbankan Syariah di Solo Cukup Menggembirakan

64
BAGIKAN
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Edy Setiadi, Anggota Komisi XI DPR Muhammad Hatta, Politisi PAN Agung Eko  Ismawanto dan Ketua Bidang Penyangga Hipmi Solo Bambang Nugroho saat memulai diskusi tentang peluang bisnis di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Sabtu (19/7/2014) sore. Foto : Dokumen Hipmi Solo
Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Edy Setiadi, Anggota Komisi XI DPR Muhammad Hatta, Politisi PAN Agung Eko
Ismawanto dan Ketua Bidang Penyangga Hipmi Solo Bambang Nugroho saat memulai diskusi tentang peluang bisnis di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Sabtu (19/7/2014) sore. Foto : Dokumen Hipmi Solo

SOLO- Pencapaian pertumbuhan kinerja perbankan syariah di wilayah Surakarta menunjukan pertumbuhan yang positif.

Menurut, Triyoga Laksito, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, total aset perbankan syariah hingga bulan Juli 2015 sebesar Rp 5,05 triliun atau meningkat sekitar 15,70 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 4,37 triliun.

Sedangkan jika dilihat dari jumlah rekening juga meningkat 11,74% dari 335.162 rekening menjadi 374.512 rekening.

Lebih lanjut Yoga sapaan akrabnya menyebutkan, di wilayah Karisidenan Surakarta terdapat 12 bank syariah dan 8 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS). Menurutnya, dari 12 bank syariah dan 8 BPRS tersebut,  pertumbuhan positif  juga ditunjukkan dari aspek dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan penurunan angka non performing loan atau kredit bermasalah.

“Pertumbuhan juga terjadi pada penyaluran kredit perbankan syariah dari Rp 3,94 triliun pada periode Juli 2014 menjadi Rp 4,42 triliun pada periode yang sama di tahun 2015. Sedangkan untuk DPK dari Rp 2,59 triliun pada semester 1 tahun 2014 menjadi Rp 3,22 triliun pada semester 1 tahun 2015 atau mengalami kenaikan dikisaran 24,5 persen,” terangnya.

Yoga mencatat, penurunan angka kredit macet atau non performing loan (NPL) menurun sebesar 2,02 persen pada periode Juli 2015 dibandingkan pada periode yang sama tahun 2014 sebesar 2,31 persen.

“Penurunan NPL tersebut dikarenakan adanya ekspansi dari bank itu sendiri dan juga perbaikan penagihan yang terus dilakukan,” ucapnya.

Satria Utama