JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Persib Bandung Pimpin Grup A Turnamen Piala Presiden 2015

Persib Bandung Pimpin Grup A Turnamen Piala Presiden 2015

81
ilustrasi
ilustrasi

BANDUNG– Persib Bandung memimpin grup A Turnamen Sepak Bola Piala Presiden 2015 setelah mengalahkan Persiba Balikpapan 4-0 (2-0) pada pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung. Rabu (2/9/2015).

Gol kemenangan Persib dicetak oleh striker asal Montenegro, Ilija Spasojevic pada menit ke-8 dan 22, kemudian Zulham Zamrun menit ke-73 serta dilengkapi gol keempat lewat Tantan pada injury time.

Gol pertama Spaso memanfaatkan bola liar sodoran M Ridwan disontek dengan tumit kanannya, bola meluncur tanpa sempat diselamatkan kiper Jandia Eka Putra dari Persiba.

Sedangkan gol kedua Spaso dicetak setelah meneruskan tendangan bebas Firman Utina di luar garis gawang, bola deras kembali disambut dengan manuver Spaso dengan mengalihkan arah bola dengan tumitnya, 2-0.

Permainan total Spaso ternoda kegagalan melakukan eksekusi penalti menit ke-84 sehingga pemain bernomor punggung 87 itu batal hattrik pada laga itu.

Sedangkan Zulham Zamrun yang masuk menggantikan M Ridwan juga menjawab kepercayaan publik Bandung pada laga perdananya dengan mencetak gol. Zulham merupakan merupakan pemain terakhir yang direkrut Persib.

Sementara itu pada laga sebelumnya Persebaya Surabaya ditahan imbang Martapura Banjarmasin 0-0 pada laga perdana grup A itu.

Dengan demikian Persib untuk sementara memuncaki grup A dengan nilai tiga. Disusul Persebaya dan Martapura FC di peringkat kedua dengan nilai satu hasil sekali imbang, dan Persiba sementara di peringkat keempat dengan nilai nol.

Persaingan di grup A akan berlanjut pada duel hidup mati antara Persib melawan Persebaya dan Persiba melawan Martapura FC. Laga pertandingan kedua bagi semua tim sama-sama penting untuk mempertahankan peluang lolos ke babak kedua.

Persib yang turun tanpa gelandang Makan Konate tampil menyerang sejak kick off. Spasojevic yang diplot sebagai striker bersama Atep menjawab kepercayaan pelatih Jajang Nurjaman yang berbuah gol pembukanya pada babak pertama.

Disaksikan sekitar 15 ribu bobotoh, kedua tim memaksimalkan sektor sayap. Meski tuan rumah lebih unggul melalui M Ridwan dan Tantan.

Sebaliknya Persiba sempat beberapa kali menekan melalui kapten tim I Made Wirahadi meski tembakan pemain asal Bali itu tidak membahayakan gawang Persib yang dikawal kiper I Made Wirawan.

Setelah time out pertama, koordinasi permainan Persiba lebih rapat namun tekanan Firman Utina dkk memaksa barisan pertahanan Persiba yang dikawan Yudi Khoirudin berjibaku. Mematahkan aksi Spaso yang nyaris mencetak gol ketiganya menit ke-40.

Memasuki babak kedua, Persiba meningkatkan tempo peremainan dan nyaris menembus gawang Persib menit ke-55, namun selang semenit Persibpun mengancam gawang Persiba lewat Supardi. Namun masih diselamatkan kiper Jandika Eka Putra.

Persib memainkan tiga striker di penghujung babak kedua dengan memasukan Tantan. Hasilnya efektif, menit ke-73 penyerang asal Persipura Zulham Zamrun menbonol gawang Persipura setelah mendapat umpan dari Spasojevic.

Persib mengakhiri pertandingan dengan skor telak 4-0 setelah dilengkapi gol Tantan pada injury time.

Wasit Muhsinin dari Surabaya mengeluarkan kartu kuning untuk gelandang Persib, Taufik yang melakukan pelanggaran terhadap striker I Made Wirahadi.

Pelatih Persib Jajang Nurjaman menyatakan sudah melewati pertandingan dengan baik dan sesuai dengan instruksi tim mulai dari koordinasi, determinasi hingga finishing.

“Permainan tim semua permainan sangat keluar, dan saya senang karena mereka bisa bermain secara utuh sesuai harapan. Tren ini diharapkan bisa terus berlangsung dalam pertandingan berikutnya,” kata Jajang.

Menurut jajang semua pemain memberi kontribusi pada laga itu. Termasuk pemain cadangan juga bermain sesuai yang diharapkan dengan strategi tim.

“Contohnya Agung main tidak terlalu lama namun ia memberi satu umpan kepada Tantan yang dikonversi menjadi gol,” kata Jajang.

Sementara itu Pelatih Persiba Edward Tjong menyatakan Persib unggul segalanya pada laga itu sehingga timnya harus berjibaku bertahan.

“Kami kalah segalanya pada laga ini. Namun saya berharap bisa bangkit pada laga kedua nanti,” kata Edward Tjong.

Antara | Syarief Abdullah

BAGIKAN