Pertamina Bantah Beredar Tabung Gas Palsu di Solo

Pertamina Bantah Beredar Tabung Gas Palsu di Solo

98

Seorang pekerja menyusun tabung-tabung gas tiga kilogram, di salah satu pabrik tabung gas, di Tangerang, Banten, Rabu (12/11)SOLO- Kegelisahan beredarnya tabung gas palsu telah melanda para pemilik  pangkalan LPG 3 kilogram di Kota  Solo.

Pasalnya, dalam waktu dekat, banyak agen mengembalikan tabung yang dibawa para pemilik pangkalan merupakan tabung palsu. Kondisi tersebut dibenarkan Dewi, salah satu pemilik pangkalan LPG 3 kilogram yang tidak berkenan disebutkan alamat pangkalannya.   

Menurut dia, akibat dari penolakan oleh agen tersebut, sejumlah pelanggan banyak yang komplain dan pihaknya juga rugi karena ada beberapa tabungnya mangkrak tidak bisa digunakan.  Dia menyebutkan, dari sekitar 150 tabung melon miliknya, ada sekitar 6 tabung yang dianggap palsu dari pihak agen.

Baca Juga :  Kisah Pelatih Paskibraka Kota Solo. Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisplinan

“Kondisi tersebut telah membingungkan kami karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Padahalkan kita penyalur resmi LPG 3 kg,” keluhnya beberapa waktu lalu.

Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina membantah adanya temuan tabung palsu beredar di masyarakat. Roberth M.V. Dumatubun, External Relations PT Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-Yogyakarta menuturkan, dengan adanya penolakan yang dilakukan pihak agen, masyarakat bisa melaporkan langsung ke pihak Pertamina.

“Adanya dugaan tabung palsu ini, awalnya pihak agen memang ragu saat melihat  tabung yang tidak sama. Setelah kami melakukan pengecekan, ternyata tidak ada masalah,” terangnya.

Baca Juga :  Badko TPQ dan Pemkot Gelar Seleksi Pengajar

Lebih jauh dirinya menjelaskan,  adanya perbedaan fisik yang ada dalam tabung tersebut, disebabkan  adanya beberapa pabrik yang memproduksi. Namun,  banyaknya pabrikan  yang memproduksi tabung, keseluruhan merupakan mitra Pertamina.

Dia menuturkan, jika ada penolakan dari pihak agen LPG, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak Pertamina dengan menggunakan call center 500000.

 “Sebenarnya pihak agen tidak menolak, hanya saja karena ada keraguan tersebut mereka menyisihkan lebih dulu untuk dipastikan, dan setelah tidak ada masalah harusnya bisa diisi kembali,” terangnya.

Satria Utama

BAGIKAN