JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Petani Khawatir Krisis Air Jika Dam Colo Barat Ditutup

Petani Khawatir Krisis Air Jika Dam Colo Barat Ditutup

86
BAGIKAN
Pintu Air DAM Colo Timur di Krikilan Masaran | Wardoyo
Pintu Air DAM Colo | Wardoyo

KLATEN – Sebagian petani di Kecamatan Karangdowo dan Cawas dibuat khawatir oleh rencana penutupan Dam Colo sisi barat yang terletak di Kabupaten Sukoharjo pada 1 Oktober mendatang. Pasalnya sebagain petani di dua kecamatan itu, mengandalkan pasokan air dari Dam Colo sisi barat untuk mengairi sawah mereka yang memiliki total luas 1.833 hektar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten Wahyu Prasetyo. Menurutnya, pada awal masa tanam di September ini, para petani di daerah tersebut sangat membutuhkan pasokan air untuk sawahnya. Bila Dam Colo sisi barat ditutup maka padi yang terlanjur ditanam pada akhir Agustus lalu bisa gagal panen.

“Di Klaten ada sekitar 1.833 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Cawas dan Karangdowo yang memanfaatkan aliran Dam Colo, bila ditutup lahan itu terancam gagal panen,”tuturnya, Sabtu (12/9/2015).

Untuk langkah antisipasi, Wahyu melanjutkan, para petani bisa mengunakan diesel untuk menyedot air dari sumur pantek. “Penutupan Dam Colo untuk diperbaiki mulai 1 hingga 31 Oktober. Kita sudah umumkan itu kepada para petani,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) wilayah Klaten Timur, Wiyoto, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya lahan ada di Desa Karangdowo, Tumpukan, Soka, Ringin Putih, Tambak dan Tulas di Kecamatan Karangdowo. Di Kecamatan Cawas meliputi Desa Bogor, Japanan dan Tlingsing. Bisa gagal panen bila Dam Colo sisi Barat ditutup.

“Rata-rata usia padi saat ini sekitar satu bulan dan diperkirakan bulan Oktober akan sangat membutuhkan air. Apabila saat membutuhkan air bersamaan Dam Colo dikeringkan secara otomatis padi akan gagal panen,”jelasnya.

Wiyoto melanjutkan, untuk mengantisipasi gagal panen itu, petani di beberapa desa sudah siap mencari solusi dengan membuat sumur dalam atau meminjam pompa air guna mengalirkan air dari Sungai Dengkeng.

Dani Prima