JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Petani Klaten Bersiap Panen Tembakau

Petani Klaten Bersiap Panen Tembakau

106
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar/Eko Sudarsono
Ilustrasi | Joglosemar/Eko Sudarsono

KLATEN – Pada akhir September tahun ini, adalah waktu yang dinanti oleh para petani tembakau yang akan melakukan masa akhir panen. Diketahui masa tanam tembakau dimulai pada awal Juli, dan awal panen dilakukan pada akhir Agustus.

Sedangkan masa akhir panen tembakau akhir bulan ini. Daun tembakau yang dipanen paling terakhir, biasanya memiliki grade dari A hingga F yang berarti daun tembakau dengan kualitas terbaik. Dan Hal itu yang dinanti para petani, karena otomatis harga jualnya makan melambung.

Salah satu petani tembakau Budiyono (36) warga Desa Kepurun Kecamatan Manisrenggo mengatakan, kemarau yang berkepanjangan ini anugerah bagi dirinya dan para petani tembakau lain.

Pasalnya,lanjut Budiyono, pada masa akhir panen tembakau ini, dirinya berharap bisa memanen tembakau dengan kualitas terbaik. Karena kadar air yang semakin sedikit membuat kualitas tembakau bisa mencapai puncak terbaiknya.

Dan tembakau ini, tambah dia, menjadi pertahanan ekonomi bagi kami para petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dimana tanaman lain seperti padi, jagung, cabai, tomat dan lainnya mengalami puso.

“Bukannya kami tidak ingin menanam tanaman lain. Tapi di musim kemarau ini hanya tembakau yang bisa jadi tanaman alternatif dan harga jualnya cukup menjanjikan,”tuturnya, Minggu (27/9/2015).

Menurut Budiyono, terdapat 500 kepala keluarga yang mengelola lahan seluas 90 hektare untuk ditanami tembakau. Dari hasil panen tembakau perhektarenya, para petani bisa meraup untung bersih hingga sebesar Rp50 juta.

“Alhamdullilah, rata-rata anak didesa kami bisa sekolah hingga ke perguruan tinggi. Tapi kalau kami menanam tanaman lain, akan sulit. Dari pengalaman yang sudah kami lakukan, seperti menanam cabe dan jagung, hasilnya biaya sekolah anak-anak jadi menunggak,”ungkap Budiyono yang memiliki 2 orang putra ini.

Sementara itu, Ketua Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK) Kabupaten Klaten, Ariyanta Sigit Suwanta mengatakan, panen raya pafa September tahun ini merupakan panen tahap akhir. Hasil produksi mengalami peningkatan. Rata-rata dalam satu petak lahan mampu menghasilkan 1,2 ton tembakau basah.

Selain itu, harga hasil panen juga mengalami peningkatan dari tahun lalu. Rata-rata pengingkatan harga mencapai Rp 5000 per kilogram untuk masing-masing kelas. Untuk tembakau kelas kelas A saat ini harganya mencapai Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan kelas B sekitar Rp 30.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada tembakau kelas C yang mencapai Rp 45.000 per kilogram. Sedangkan kelas D sekitar Rp 60.000 per kilogram.

Sedangkan tembakau kelas E harganya lebih tinggi yakni mencapai Rp 150.000 per kilogram. Begitu juga dengan kelas F yang diprediksi mencapai Rp 250.000 per kilogram.

“ Mahal atau murahnya tembakau tersebut disesuaikan dengan waktu petik. Semakin lama waktu petik maka harga bisa semakin tinggi,”pungkasnya.

Dani Prima