JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Petani Sayuran Tawangmangu Keluhkan Serangan Hama Jamur

Petani Sayuran Tawangmangu Keluhkan Serangan Hama Jamur

209
Petani Tawangmangu tengah beraktivitas di kebun sayuran milik mereka | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono
Petani Tawangmangu tengah beraktivitas di kebun sayuran milik mereka | Foto: Joglosemar/Rudi Hartono

KARANGANYAR – Sejumlah petani sayuran di Kelurahan Gondosuli, Tawangmangu, merasa resah. Pasalnya hasil panen mereka belum maksimal usai banyaknya serangan hama trotol sejenis jamur, yang menyerang melalui umbi atau percikan air dari tanah.

Pantauan Joglosemar,  tanaman yang terserang jamur, sebagian menjadi memutih dan kering. Kondisi ini berdampak pada anjloknya harga jual sayuran. Jika biasanya per kilogram daun loncang bisa dijual Rp6.500 hingga Rp7.500, kini hanya dihargai Rp5.000.

Suradi (50) salah satu petani sayuran di Gondosuli mengaku serangan jamur baru terjadi tahun ini. Padahal pada tahun sebelumnya, jamur tersebut hampir tidak.

“Ya kalau sudah terkena jamur itu langsung membusuk dan mati mas, dan itu sangat berpengaruh terhadap penghasilan kami,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Suyatmi (45). Petani di Desa Blumbang itu mengaku, penanaman loncang hanya bisa dilakukan saat musim kemarau. Sebab jika ditanam di musim hujan, risiko tanaman membusuk lebih tinggi.

“Sayuran loncang yang sudah rusak, selanjutnya digunakan untuk pakan ternak mas. Karena dijualpun juga tidak laku,” jelasnya.

Sementara itu, Mantri Tani kecamatan Tawangamng, Wagimin, mengatakan sebenarnya untuk serangan hama jamur sudah disiasati dengan penyemprotan fungisida. Tapi karena kondisi dataran tinggi selalu berkabut saat malam dan pagi maka serangan jamur sangat kuat.

Rudi Hartono

BAGIKAN