Petugas Temukan Napi Teroris Sembunyikan Istrinya di Sel Lapas Porong

Petugas Temukan Napi Teroris Sembunyikan Istrinya di Sel Lapas Porong

129
Ilustrasi | dok.Joglosemar
Ilustrasi | dok.Joglosemar

SIDOARJO – Tim gabungan polisi dan sipir kaget melihat seorang perempuan bercadar berada di kamar napi yang akan dipindahkan dari Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015) dini hari.

Perempuan itu adalah istri Abdullah Ummamity, salah satu napi yang akan dipindahkan. Berdasar pengakuannya ke penyidik Polres Sidoarjo, perempuan berinisial WY itu sudah dua kali menyusup ke kamar suami. Aksi pertama pada 2014. “Yang kedua ini tepergok,” ujar Kapolres Sidoarjo, AKBP Anggoro Sukartono.

Masih kata Anggoro, WY mengaku sebagai istri pertama Abdullah. Sehari-hari, perempuan itu tinggal di rumah kontrakan di sekitar Lapas Porong.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

“Saat ini kami masih memeriksa dia terkait modus menyusupnya ke sel lapas,” imbuhnya.

Untuk mengelabui petugas, Abdullah menyembunyikan istrinya di belakang lemari, namun tim gabungan menemukannya. Saat ditemukan, wanita itu memakai pakaian tertutup berwarna coklat, lengkap dengan cadarnya. Saat itu, tim hendak menjemput Abdullah yang akan dipindahkan ke lapas lain. Pemindahan ini karena napi teroris itu menghasut napi lain.

Ada empat narapidana yang dipindahkan. Mereka adalah Dedy Rofaisal yang dipindah ke Lapas Kediri, Endang Sarifudin ke Lapas Jember, Abdullah ke Lapas Madiun, dan Muhammad Syarif Tarabubun ke Lapas Pamekasan. Proses pemindahan berlangsung tegang.

Baca Juga :  Pulang Dari Masjid, Pensiunan PNS Syok Lihat Tas dan Dompet Isi Jutaan Rupiah Digasak Maling..

Petugas lapas mencium aksi para narapidana teroris menyebarkan paham kelompok radikal Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Di dalam sel, petugas menemukan bukti berupa bendera ISIS. Selain itu juga menemukan buku berisi jihad dan perangkat atau rangkaian elektronik yang dianggap berbahaya.

Proses pemindahan keempat napi dilakukan sekitar pukul 02.00. Mereka diangkut menggunakan satu mobil barakuda, dua mobil wolf tou, dan satu mobil APC dari Unit Brimob Gegana Polda Jatim. Keempat napi terorisme tersebut merupakan napi pindahan dari Mako Brimob Kelapa Dua dan Ambon.

Tribunnews

BAGIKAN