JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polisi Militer Sragen Tak Tolerir Atribut Militer Dipakai Sembarangan

Polisi Militer Sragen Tak Tolerir Atribut Militer Dipakai Sembarangan

552
BAGIKAN
Razia atribut militer di Sragen. Foto: Wardoyo
Razia atribut militer di Sragen. Foto: Wardoyo

SRAGEN– Komandan Subdenpom IV/4-1 Sragen, Kapten Cpm Aris Yulianto menegaskan masyarakat sipil tidak diperkenankan untuk mengenakan pakaian atau atribut lain seperti stiker yang identik atau bergambar korps TNI. JIka nekat memakai atau menempel stiker TNI di kendaraan sipil, tim tidak segan untuk melakukan pencopotan dan penyitaan paksa lantaran hal itu sudah melanggar aturan.

Penegasan itu disampaikan Aris saat memimpin operasi terhadap pengendara dan kendaraan sipil yang melintas di jalur utama Sukowati wilayah Ngrandu, Nglorog, Sragen, Rabu (16/9). Operasi itu digelar dalam rangka giat penegakan dan penertiban PM Citra Wira Keris 2015 bersamaan dengan Pekan Displin HUT ke-70 TNI dan HUT ke-69 Kodam IV/Diponegoro.

“Kami sampaikan kalau memang merasa dirinya sipil dan bukan anggota TNI, ya jangan pakai atribut TNI. Seandainya di rumah punya jaket atau perlengkapan apapun milik TNI seyogiyanya tidak digunakan. Lebih baik dikembalikan ke yang memberi atau memilikinya. Karena itu menyalahi aturan daripada nanti ketahuan dan disita,” paparnya di sela-sela operasi.

Larangan dan operasi itu dilakukan untuk megantisipasi adanya penyalahgunaan dari atribut TNI misalnya untuk menakut-nakuti, berbuat kriminal atau pelanggaran yang bisa mencoreng citra korps. Selain itu, secara aturan atribut dan pakaian kelengkapan TNI termasuk jaket, tas dan atribut lain produksi TNI hanya boleh dikenakan oleh anggota saja. Khusus untuk stiker bergambar korps TNI, Kapten Aris mengatakan tidak pernah ada dasar hukum maupun instruksi resmi dari pimpinan TNI.

“TNI juga tidak pernah memproduksi stiker-stiker itu. Kalaupun kemudian di lapangan ada stiker ditempel-tempel, mungkin itu dari anggota sendiri sebagai bentuk kebanggaan. Kendaraan dinas saja tidak boleh ada stiker-stiker TNI, apalagi milik umum,” tegasnya.

Dalam operasi tersebut, tim sempat menghentikan dan memperingatkan beberapa pengendara motor yang kedapatan mengenakan jaket loreng khas TNI dan diimbau tidak lagi memakai. Kemudian, ada beberapa kendaraan roda dua maupun empat yang kedapatan menempel stiker TNI di pelat nomornya dan langsung diminta dilepas di hadapan tim.

Termasuk mobil Daihatsu Xenia AD 9145 HN milik pegawai Kecamatan Gondang, Randimin yang kedapatan ada stiker Infanteri juga langsung dicopot. Bahkan, mobil Isuzu Panther milik salah satu anggota Koramil Sambungmacan yang juga terdapat stiker Kodim 0725 di pelat nomornya, juga dihentikan dan dibredel seketika.

Wardoyo