JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polisi Tidak Menahan SR, Wanita Hamil yang Aniaya Anak Kandungnya

Polisi Tidak Menahan SR, Wanita Hamil yang Aniaya Anak Kandungnya

169
BAGIKAN
Ilustrasi kekerasan anak |Soloblitz
Ilustrasi kekerasan anak |Soloblitz

WONOGIRI- Polres Wonogiri tidak melakukan penahanan terhadap kasus SR, wanita hamil yang menganiaya anak kandungnya AS balita asal Slogohimo beberapa waktu lalu.

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Wonogiri menilai langkah tersebut rawan bagi keselamatan korban.

Ririn Riyadiningsih Pendamping P2TP2A mengungkapkan pihaknya kecewa dengan langkah polres Wonogiri dalam kasus penganiayaan AS oleh SR ibu kandungnya. Padahal pihaknya telah memberi masukan jika telah mungkin dilakukan penahanan maka penahanan harus segera dilakukan.

Ririn mengungkapkan saat melakukan pendampingan korban dan bertemu tersangka di Polres Wonogiri, pelaku yang juga ibu kandung korban selalu berkelit atas perbuatannya. Menurutnya dalam pemeriksaan SR pandai bersilat lidah.

Selain itu menurutnya polres kurang mempertimbangkan rekam jejak tersangka yang dalam pandangan masyarakat tergolong buruk.

“Dilihat dari perilakuknya seolah tidak bersalah dan pandai bersilat lidah. Dengan riwayat itu kami khawatir SR kabur atau melukai korban,” katanya

Menurutnya Ririn seharusnya Satuan Reskrim Polres Wonogiri lebih mengedepankan keselamatan korban dan trauma yang dialami korban.

“Jaminan 50 juta bahwa dia tidak lari itu tidak sebanding dengan penderitaan si anak, belum lagi dampak jangka panjang yang ditimbulkan dari penganiayaan itu,” katanya

Ririn menambahkan seharunya Satuan Reskrim Polres Wonogiri lebih berhati hati dalam mengambil langkah hukum. Sebab kasus penganiayaan teradap balita AS telah menjadi sorotan nasional.

“Sangat mungkin terjadi tersangka sengaja memanfaatkan alasan kehamilannya untuk menghindari penahanan. Seharusnya Polres lebih berhati-hati, kasus ini sudah jadi konsumsi nasional,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, AKP David Manurung, Kasat Reskrim Polres Wonogiri menjelaskan, penahanan tidak dilakukan lantaran korban masih dalam proses rawat jalan pasca dirawat di RSUD Wonogiri. Anehnya David tidak mau mengungkapkan hasil pemeriksaan rumah sakit terkait kondisi tersangka.

David hanya mengungkapkan bahwa kondiri SR telah membaik, namun ia enggan melakukan penahanan meskipun tahanan kota.

“Tersangka tidak kami tahan, karena hamil. Kami tidak mau disalahkan kalau misalnya tersangka keguguran,” katanya.

Arief Setiyanto