JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Belum Tetapkan Tersangka Kasus Tarikan Dana Liar Dukuh Menjing

Polres Sragen Belum Tetapkan Tersangka Kasus Tarikan Dana Liar Dukuh Menjing

126
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Penyidik Reskrim Polres Sragen akhirnya melakukan penyidikan kasus dugaan penipuan tarikan dana warga Menjing untuk proyek fiktif P2OA APBD Jateng Tahun 2014.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Windoyo kepada Joglosemar, Selasa (15/9/2015). AKP Windoyo mengungkapkan status penyidikan itu ditetapkan setelah gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik beberapa hari lalu.

Namun saat ditanya apakah sudah ada penetapan tersangka, Windoyo mengatakan sejauh ini penyidik masih mengintensifkan penyidikan kasus tersebut. Akan tetapai ia mengisyaratkan tidak lama lagi, akan segera menetapkan tersangkanya.

“Sudah kita lakukan gelar perkara. Untuk statusnya memang sudah kita tingkatkan ke penyidikan. Tapi untuk penetapan tersangkanya, masih dalam proses,” paparnya.

Ia menjamin penanganan kasus tersebut masih akan berlanjut. Hanya saja, penanganan tetap akan dilakukan dengan mengacu prosedur yang berlaku serta asas kehati-hatian. Perihal penyitaan dokumen dan bukti serah terima uang sebesar Rp 15 juta dari warga ke Kades, ia juga membenarkan.

“Nanti ditunggu perkembangannya. Yang jelas tetap berlanjut,” tandasnya.

Seperti diberitakan, penyidik Reskrim telah menyita dua alat bukti berupa kuitansi serahterima uang dari warga ke Kades serta surat pernyataan (SP) Kades pada 3 September lalu.

Dua berkas itu disita dari warga yang menjadi saksi kunci kasus tersebut  yakni Ketua RT 3 Dukuh Menjing, Sutrisno dan salah satu warga, Sarimo yang menyerahkan uang iuran dari warga untuk Kades Jabung pada 2014 lalu.

Sementara, kuasa hukum LP3HI Solo yang mengawal kasus ini, Dwi Nurdiansyah
sangat berharap jika memang sudah memenuhi unsur, penyidik bisa secepatnya bisa menetapkan tersangka dan menuntaskan kasusnya.

Sebab, kendati nominal uang dari warga hanya Rp 15 juta, penuntasan kasus ini akan membawa dampak signifikan terhadap psikologis warga selaku korban serta efek jera bagi mentalitas perangkat utamanya Kades.

Adanya proses hukum diharapkan menjadi pelajaran bagi Kades Jabung atau Kades lainnya agar tidak seenaknya mengeruk dana atau keuntungan dengan cara-cara yang merugikan masyarakat.

Wardoyo