JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Masih Kesulitan Ungkap Identitas Perampok SPBU Taraman

Polres Sragen Masih Kesulitan Ungkap Identitas Perampok SPBU Taraman

186
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN–  Polres Sragen menyatakan masih kesulitan untuk mengungkap identitas sindikat perampok bersenjata api yang beraksi menggasak uang Rp 110 juta di SPBU Taraman, Sidoharjo, Kamis (3/9) dinihari. Sementara dari hasil olah TKP dan penggalian keterangan, pelaku diduga bukan dari lingkungan sekitar karena diketahui menggunakan logat Bahasa Indonesia.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Ari WIbowo melalui Wakapolres Kompol Yudy Arto Wiyono seusai olah TKP kedua di lokasi kejadian, Jumat (4/9/2015). Ia mengatakan sejauh ini, petunjuk yang diperoleh memang masih minim. Pasalnya, saat kejadian berlangsung, situasi di sekitar SPBU sangat sepi dan tidak ada saksi mata selain dua penjaga SPBU yang berjaga dan diperdaya pelaku.

Rekaman CCTV yang ada di lokasi SPBU juga tidak mampu menguak sketsa atau wajah pelaku lantaran semua pelaku diketahui menggunakan penutup wajah (zebo) dan helm. Satu-satunya petunjuk yang bisa diperoleh dari keterangan dua penjaga, Supardi (43) dan Yono Saputro (48), bahwa para pelaku berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia sehingga diyakini mereka bukan orang lokal.

“Kalau jumlah pelakunya dipastikan lebih dari 5 orang, mungkin bisa 8 orang bisa jadi 10 orang. Tapi kita kesulitan mengungkapnya karena dari CCTV mereka semua memakai penutup wajah dan helm. Lalu sebagian juga pakai jaket. Yang jelas pelakunya dari luar daerah karena logatnya Bahasa Indonesia,” ujar Wakapolres kemarin.

Upaya untuk membuat sketsa wajah pelaku juga diakui sangat sulit karena kedua korban sama sekali tak bisa menggambarkan atau mengenali lantaran saat kejadian mukanya ditutup pakai sarung oleh pelaku.

Meski demikian, polisi masih terus menggali data-data dari lapangan termasuk beberapa informasi dari warga bahwa beberapa saat sebelum kejadian, ada yang mengetahui beberapa orang tak dikenal yang mondar-mandir di lokasi SPBU serta sempat singgah di warung HIK dekat SPBU. Dari informasi warga yang sempat curiga, para pelaku yang mondar-mandir itu diketahui berusia antara 25-30 tahun.

Wakapolres menjelaskan dari dua kali olah TKP, untuk sementara kesimpulan mengarah bahwa para pelaku memang bukan dari lingkungan terdekat serta sudah sangat professional. Hal itu terlihat dari persiapan yang cukup matang untuk memetakan lokasi, mencari jam kelengahan petugas serta menggunakan penutup wajah untuk menghindari deteksi CCTV atau saksi-saksi.

“Mereka juga menggunakan sarung tangan yang kemungkinan untuk menghindari terlacak sidik jarinya. Kelihatannya memang sudah ahli dan begitu matang merencanakannya. Saya yakin pelaku sudah memetakannya dua atau tiga hari sebelumnya. Sampai tahu kalau tutupnya jam segitu,” urainya.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada pengelola SPBU atau perkantoran yang hasil transaksi hariannya besar, agar sebisa mungkin tidak menyimpan uangnya di dalam kantor. Jika sudah tutup, uang diupayakan langsung disetorkan ke bank untuk menghindari kerawanan dan risiko hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, pengelola SPBU atau pertokoan diupayakan menempatkan petugas penjaga malam serta meningkatkan pengamanan serta berkoordinasi dengan tetangga dan lingkungan sekitarnya. Sedangkan untuk usaha yang berlokasi jauh dari permukiman, diimbau mempertebal pengamanan dengan memasang pagar yang lebih aman, melengkapi CCTV serta meningkatkan patroli.

“Kalau bisa juga tutup lebih dini untuk menghindari risiko keamanan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah 8 orang menyatroni SPBU Taraman di jalan Sragen-Gemolong kilometer 9, Sidoharjo, Sragen itu, Kamis (3/9) dinihari pukul 03.00 WIB.

Dengan bersenjatakan pistol, parang dan celurit, pelaku menyekap dan memukuli dua orang karyawan untuk kemudian menggasak Rp 110 juta uang di dalam kantor SPBU.

Meski sempat dilanda musibah, operasional SPBU tetap berjalan dan bahkan esok hari setelah perampokan, pelayanan SPBU langsung dibuka seperti biasanya.

Wardoyo

BAGIKAN