JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Nyatakan Masih Ada 200 SIM Baru Belum Diambil Pemiliknya

Polres Sragen Nyatakan Masih Ada 200 SIM Baru Belum Diambil Pemiliknya

99
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Satlantas Polres Sragen menyatakan krisis kekosongan material untuk pembuatan kartu Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sempat terjadi beberapa bulan lalu, sudah teratasi. Namun demikian, hingga kini masih ada sedikitnya 200an SIM yang sudah jadi, namun masih menumpuk karena belum diambil oleh pemiliknya.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo melalui Kasatlantas Polres Sragen, AKP Sukmawati didampingi Baur SIM, Aiptu Haryanto, Sabtu (26/9/2015). Menurutnya, setelah sempat dilanda kekosongan beberapa beberapa bulan, pasokan material blangko SIM sudah mulai lancar dua minggu terakhir.

Dalam dua pekan belakangan, stok material SIM sudah tersedia dengan kisaran per pekan 2.000 kartu. Selama dua pekan terakhir, pelayanan pembuatan SIM baru maupun perpanjangan juga sudah bisa langsung dilayani tanpa ada penundaan lagi.

“Sudah nggak ada masalah lagi. Sekarang begitu memenuhi syarat, langsung bisa dicetak hari itu juga karena blangko sudah lancar. Tiap seminggu sekali kami ambil di Polda sekitar 2.000 kartu. Jadi sudah tidak ada penumpukan atau penundaan lagi,” paparnya.

Sementara, Aiptu Haryanto menyampaikan tumpukan kartu SIM yang sempat tertunda pencetakannya, juga sudah menipis. Jika awal bulan lalu ada labih dari 1.000an yang belum diambil, kemarin tinggal menyisakan 200an keping saja yang belum diambil.

Rata-rata yang masih ngendon itu dikarenakan pemiliknya sudah merantau dan tidak berada di Sragen. Untuk mengefektifkan pelayanan, pihaknya sudah memberitahukan kepada pemilik atau kerabatnya yang ada di rumah untuk segera mengambil. Jika memang tidak ada kerabat yang bisa disuruh, maka petugas nantinya akan antar bola memberikan langsung SIM tersebut ke alamat pemiliknya.

“Kalau ada kerabat yang mau mengambilkan syaratnya cuma membawa surat keterangan yang kita berikan dulu sama pakai fotokopi KTP pemilik SIM,” jelasnya.

Ditambahkan Haryanto, ke depan pelayanan SIM diwacanakan lebih simple dengan sistem online. Sistem yang saat ini sedang diujicobakan di 3 wilayah Semarang, Yogya dan Surabaya itu, nantinya akan memudahkan masyarakat karena pengurusan SIM tidak harus di wilayah domisilnya namun bisa diurus di mana saja yang sudah menerapkan sistem online.

Wardoyo