JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Polres Sragen Waspadai Aksi Perampokan Sapi

Polres Sragen Waspadai Aksi Perampokan Sapi

241
BAGIKAN
Ilustrasi | Joglosemar/Ario Bhawono
Ilustrasi | Joglosemar/Ario Bhawono

SRAGEN- Kasus perampokan dan penembakan juragan sapi di Klaten membuat jajaran terkait di wilayah Sragen langsung bergerak.

Bersamaan dengan hari pasaran di Pasar Nglangon Minggu (20/9/2015) kemarin, tim Polsek Sragen dan pengelola Pasar Hewan Nglangon, langsung menggiatkan patroli dan imbauan ke juragan sapi yang ada di pasar hewan terbesar di Bumi Sukowati tersebut.

Kapolsek Sragen, AKP Agung Ari Purnowo kemarin langsung menerjunkan tim untuk melakukan patroli dan pengamanan di area pasar hewan yang dipadati ribuan pedagang dan pembeli tersebut.

Bersama Wakapolsek Ipda Sutomo dan beberapa personel, ia terjun memimpin patroli dan melakukan pengarahan ke juragan sapi untuk lebih berhati-hati.

Selain itu, tim juga melakukan pemantauan terhadap oknum-oknum mencurigakan di sekitaran areal pasar. Beberapa orang yang mengendarai kendaraan luar kota dengan gerak-gerik mencurigakan dan berpakaian rapat, langsung didatangi untuk ditanya identitas serta keperluannya.

Menurut AKP Agung, langkah sweeping itu semata-mata untuk mengantisipasi tindak kriminal yang rentan mengintai pedagang sapi yang biasanya memegang uang dalam jumlah besar di hari pasaran.

“Apalagi di hari pepetan Idul Adha ini intensitas transaksi cukup tinggi. Makanya tadi kita intensifkan patroli di pinggir jalan. Beberapa orang dengan kendaraan di duga dari luar kota dan ciri-cirinya tertutup pakai jaket, langsung kita lakukan sweeping dan pendekatan dialogis,” jelasnya.

Lurah Pasar Hewan Nglangon, Sutaryo menambahkan secara omzet, hari pasaran mendekati Idul Adha kemarin memang cenderung turun dibanding pasaran sebelumnya. Namun, jumlah juragan sapi yang berjualan memang masih cukup banyak mencapai 350 orang.

Karenanya, sebagai antisipasi kerawanan perampokan seperti di Klaten, sejak pagi pihaknya sudah mengeluarkan imbauan melalui pengeras suara agar pedagang lebih berhati-hati. Apabila membawa uang dalam jumlah banyak sehabis dari pasar, diimbau tak sendirian namun membawa teman atau bersama-sama dengan juragan lainnya.

“Yang membawa kendaraan diparkir setiap saat kami minta selalu dikontrol untuk menghindari adanya pencurian motor yang kasusnya belakangan terus meningkat,” pungkasnya.

Wardoyo